Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

BPJS Kesehatan Gelar Gema Kompas JKN di Madiun, Edukasi Pentingnya Jaminan Kesehatan via Komunitas

Alfiah Sidiq • Rabu, 9 Juli 2025 | 15:52 WIB
BPJS Kesehatan Cabang Madiun menggelar Gema Kompas JKN.
BPJS Kesehatan Cabang Madiun menggelar Gema Kompas JKN.

Jawa Pos Radar Madiun – Memperingati HUT ke-57, BPJS Kesehatan menggelar sejumlah kegiatan strategis untuk memperkuat pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Salah satu inisiatif utama yang menjadi sorotan publik adalah peluncuran dan penguatan Gema Komunitas Peduli JKN (Gema Kompas) di berbagai wilayah, termasuk Kota Madiun.

Bertempat di salah satu rumah makan di Kota Madiun pada Senin (8/7), kegiatan ini dihadiri beragam elemen masyarakat.

Mulai dari peserta Prolanis, kader Posyandu, hingga kader Keluarga Berencana (KB), semuanya dilibatkan dalam diskusi dan edukasi seputar JKN.

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, kegiatan ini dirancang agar informasi terkait JKN lebih mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Gema Kompas JKN dibentuk sebagai wadah edukasi yang tersebar di berbagai daerah, agar peserta JKN memahami dengan lebih baik hak dan kewajibannya, serta prosedur layanan yang tersedia,” ujar Wahyu.

Gema Kompas bukan hanya sekadar kanal informasi satu arah, tetapi menjadi ruang edukasi interaktif berbasis komunitas.

Setiap kegiatan rutin yang digelar mendorong partisipasi aktif, sehingga anggota komunitas tidak hanya memahami sistem JKN secara mendalam, tetapi juga dapat menjadi agen penyebar informasi bagi lingkungan sekitarnya.

Data BPJS Kesehatan menunjukkan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Madiun telah mencapai angka impresif, yakni 99,65 persen.

Sementara tingkat keaktifan peserta JKN berada pada angka 87,92 persen.

Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan implementasi JKN di daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Dr. dr. Andi Afdal, MBA, yang menekankan pentingnya peran komunitas dalam kesuksesan program JKN.

“Intinya, kami ingin melibatkan sebanyak mungkin komunitas di masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam memastikan masyarakat memahami apa itu JKN, apa saja yang dijamin, bagaimana prosedurnya, dan bagaimana cara menggunakannya,” kata Andi Afdal.

Ia menyebutkan bahwa komunitas yang dilibatkan dalam Gema Kompas sangat beragam. Mulai dari komunitas keagamaan, komunitas olahraga, hingga komunitas hobi.

Semuanya diarahkan untuk menciptakan pemahaman yang utuh dan berkelanjutan tentang layanan jaminan kesehatan.

Gema Kompas hadir sebagai jembatan strategis di tengah tantangan sosialisasi layanan yang belum sepenuhnya merata.

Dengan keterlibatan komunitas lokal, program JKN diyakini akan semakin inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui momentum HUT ke-57 ini, BPJS Kesehatan menegaskan kembali komitmennya untuk terus melayani dengan lebih baik.

Edukasi, kolaborasi lintas sektor, serta pendekatan berbasis komunitas menjadi pilar utama dalam mewujudkan sistem jaminan kesehatan yang kuat, adil, dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Program ini bukan sekadar dibuat dan dilaksanakan, tapi betul-betul harus dirasakan manfaatnya. Itu hanya bisa dicapai kalau masyarakat paham cara kerjanya. Di sinilah peran komunitas menjadi sangat penting,” tegas Andi. (afi/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#jaminan kesehatan #jkn #madiun #bpjs kesehatan