Jawa Pos Radar Madiun – Bulog Madiun segera menyalurkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) untuk wilayah Kota/Kabupaten Madiun dan Ngawi.
Penyaluran dijadwalkan mulai pekan depan, menyusul terbitnya surat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) tertanggal 8 Juli 2025.
Pimpinan Cabang Bulog Madiun Agung Sarianto menyebut, target penyaluran secara nasional mencapai 1,3 juta ton.
Untuk wilayah kerja Bulog Madiun, kuota penyaluran ditetapkan sebesar 9.500 ton.
‘’Periode penyaluran dimulai Juli sampai Desember 2025,’’ ujarnya, Rabu (16/7).
Beras SPHP dikemas dalam kantong lima kilogram dan disalurkan melalui empat saluran.
Yakni kios pasar tradisional, koperasi merah putih, kios binaan pemerintah, serta gerakan pangan murah.
Penyaluran maksimal dua ton per kios tiap pekan. ‘’Untuk konsumen, pembelian dibatasi maksimal dua zak atau 10 kilogram,’’ terang Agung.
Bulog juga tengah melakukan verifikasi dan daftar ulang kios penyalur.
Kios lama dinonaktifkan sesuai ketentuan baru dari pemerintah pusat. ‘’Sistem kini berbasis aplikasi, tidak lagi manual,’’ jelasnya.
Agung menambahkan, pihaknya menggandeng satgas pangan, dinas perdagangan, serta DKPP untuk memastikan distribusi lancar dan tepat sasaran.
‘’Kualitas beras SPHP terjaga karena dilakukan penyemprotan rutin setiap bulan,’’ tegasnya. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto