Jawa Pos Radar Madiun - Pola belanja masyarakat Kota Madiun mulai bergeser dari konvensional ke digital.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Abdul Aziz menyebut banyak warga yang hanya melihat barang di toko fisik, namun akhirnya membeli secara online.
“Calon pembeli kini lebih suka membandingkan harga dan model barang di toko fisik, lalu membeli di marketplace,” ungkap Aziz, Minggu (3/8).
Menurutnya, harga di platform online lebih murah karena penjual tak dibebani biaya sewa toko.
Selain itu, promo seperti bebas ongkir makin menarik minat konsumen.
BPS mencatat, perubahan perilaku belanja ini dipicu oleh rasionalisasi pengeluaran masyarakat kelas menengah. Di tengah tekanan ekonomi, konsumen makin selektif.
“Mereka hanya lihat-lihat dulu di toko, mencocokkan ukuran, lalu beli barang serupa secara online jika lebih murah,” ujarnya.
Aziz menilai tren tersebut bukan hal negatif. Justru menunjukkan konsumen makin cerdas dan kritis dalam memilih.
“Pilihan terbaiknya ya meng-compare harga di satu tempat ke tempat lain,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto