Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Madiun Maidi menegaskan sekolah pinggiran kota harus memiliki fasilitas setara dengan sekolah di pusat kota.
Hal itu disampaikan saat meninjau sarana prasarana dan kebersihan SMPN 9 Madiun, kemarin (12/8).
“Proses belajar mengajarnya sarananya tidak boleh kalah,” tegas Maidi.
Ia melarang adanya jam kosong maupun guru yang izin sembarangan karena berisiko memicu stunting pengetahuan.
Guru juga diminta memanfaatkan teknologi, seperti laptop, untuk pembelajaran dari rumah ke rumah jika diperlukan.
Selain ruang kelas, Maidi memeriksa kebersihan kamar mandi dan kantin.
Menurutnya, kebersihan adalah kunci kenyamanan belajar.
Ia mengingatkan akan ada sanksi tegas jika pelanggaran berulang, bahkan bisa menyasar kepala dinas pendidikan.
Kepala SMPN 9 Madiun Ida Sulistyaningsih menyambut baik kunjungan tersebut.
Ia mengakui ada area sekolah yang butuh penataan, terutama kebun, karena petugas kebun sedang sakit.
“Kami langsung bergerak untuk penanganan secara keseluruhan,” ujarnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto