Jawa Pos Radar Madiun – Judi online maupun konvensional masih menjadi ancaman serius di tengah masyarakat.
Bahkan, praktik ini tidak hanya melibatkan warga berpenghasilan rendah, tetapi juga kalangan menengah.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengingatkan agar penerima bantuan sosial (bansos) tidak terjerat judi online.
Pesan tersebut dia sampaikan saat menyerahkan berbagai bansos bagi warga Kota Madiun di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya (RSBK), Senin (25/8).
’’Kita punya tim pendamping PKH. Mereka mendampingi keluarga penerima secara berkelanjutan. Insya Allah kita akan turut memantau jika ada indikasi terjerat judi online,’’ tegas Emil.
Selain mencegah praktik judi, pendamping PKH juga memiliki tugas penting mendampingi keluarga agar bisa mandiri secara ekonomi.
Emil berharap ke depan, penerima bansos mampu memperbaiki kesejahteraan mereka sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.
Pada kesempatan itu, pemprov menyalurkan bansos dengan total nilai Rp 958 juta yang bersumber dari APBD provinsi dan Kementerian Sosial.
Bantuan tersebut mencakup asistensi sosial penyandang disabilitas, alat bantu mobilitas bagi lansia dan difabel, bansos lansia, bantuan operasional pendamping PKH Plus, serta tali asih bagi TKSK dan Tagana.
Dengan penyaluran ini, Emil menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pendamping lapangan.
’’Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang benar-benar membutuhkan mendapatkan haknya,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto