Jawa Pos Radar Madiun – Kota Pendekar berubah mirip Negeri Sakura.
Sejumlah ruas jalan di Kota Madiun dipenuhi tabebuya yang bermekaran sejak pertengahan Agustus.
Kabid PSU RTH Disperkim Kota Madiun Andi Anto menyebut tabebuya mekar pada musim kemarau.
Suhu panas memicu bunga asal Brasil itu tumbuh subur.
’’Suhu panas membantu bunga-bunga cepat mekar,’’ katanya, Selasa (26/8).
Tanaman dengan nama latin tabebuia rosea tersebut sudah dibudidayakan disperkim sejak lima tahun terakhir.
Pohon tabebuya kini bisa dinikmati di Jalan Dawuhan, Ciliwung, Biliton, Salak, Pahlawan, dan Bolodewo.
Perawatannya dilakukan rutin, mulai pemangkasan, penyiraman, hingga pemupukan.
Tujuannya agar tidak mengganggu jaringan listrik.
’’Kami lakukan pengendalian agar tidak tumbuh sembarangan,’’ ujar Andi.
Tabebuya juga dijadikan pengganti pohon tua yang ditebang.
Beberapa bibit diperoleh dari masyarakat dan CSR perusahaan.
Disperkim pun melakukan penyemaian mandiri.
’’Biasanya yang ditanam itu yang tingginya sudah 2–3 meter, supaya cepat terlihat rimbun,’’ jelasnya.
Selain indah, tabebuya punya manfaat ekologis.
Di antaranya memberi makan lebah dan membantu menurunkan suhu lingkungan.
’’Itu bagian dari upaya mempercantik kota,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto