Jawa Pos Radar Madiun – Aksi demonstrasi yang meluas ke berbagai daerah Indonesia mulai memengaruhi aktivitas ekonomi.
Di Kota Madiun, Sabtu (30/8), demo sempat berlangsung singkat, namun dampaknya terasa pada sektor konsumsi hingga pasar modal.
Pengamat Ekonomi Universitas PGRI Madiun (Unipma), Anggita Langgeng Wijaya, menilai stabilitas keamanan menjadi kunci agar roda ekonomi tetap bergerak.
“Kalau demonstrasi hanya sehari dan terkendali, dampaknya tidak terlalu besar. Tapi jika berkelanjutan, aktivitas masyarakat bisa terganggu,” ujarnya, kemarin (1/9).
Menurut Langgeng, keresahan publik membuat orang enggan bepergian, berwisata, atau berbelanja.
Efeknya langsung terasa di sektor kuliner dan pariwisata.
“Efek demo itu multiplayer. Aktivitas wisata dan belanja langsung berhenti,” tegasnya.
Gejolak juga tampak di pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 3 persen pada perdagangan Senin pagi.
Data Refinitiv mencatat IHSG melemah ke 7.645,13 atau turun 2,37 persen pada pukul 09.15 WIB.
Sektor teknologi terkoreksi paling dalam, 3,69 persen, disusul sektor finansial 2,59 persen.
“Investor melihat stabilitas keamanan sangat krusial. Begitu terganggu, kepercayaan pasar berkurang dan harga saham turun,” jelas Langgeng.
Dia memprediksi tekanan IHSG akan berlanjut dalam 3–4 hari ke depan, sementara rupiah ikut melemah dipengaruhi faktor eksternal seperti geopolitik global.
Di sisi lain, daya beli rumah tangga yang sudah menurun sejak awal 2025 berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun.
“Rumah tangga akan lebih berhemat, prioritas hanya kebutuhan pokok. Maka langkah utama adalah kendalikan situasi dulu,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto