Jawa Pos Radar Madiun - Kota Madiun mencatat deflasi 0,07 persen secara bulanan (mtm) pada Agustus 2025.
Angka ini berbalik dari Juli yang tercatat inflasi 0,27 persen.
Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz menyebut deflasi dipicu turunnya harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,82 persen.
’’Kondisi ini sama seperti Agustus 2024 yang juga deflasi 0,07 persen. Sedangkan secara tahun kalender terjadi inflasi 1,41 persen,’’ ujarnya, kemarin (3/9).
Komoditas penyumbang deflasi antara lain tomat yang turun 62,47 persen dengan andil 0,17 persen, cabai rawit 29,05 persen (0,12 persen), dan telur ayam ras 2,51 persen (0,03 persen).
Aziz menambahkan, tren deflasi Agustus terjadi tiga tahun terakhir karena panen hortikultura melimpah.
’’Jika harga turun terlalu rendah, produsen biasanya enggan berproduksi. Harus ada solusi agar harga stabil,’’ jelasnya.
Selain hortikultura, kelompok pakaian, alas kaki, hingga pemeliharaan rumah tangga juga mencatat penurunan harga.
Pemkot berupaya menjaga ketersediaan beras yang sempat naik melalui operasi pasar.
’’Secara y-on-y sudah cukup bagus, momen ini harus dijaga sampai Desember,’’ kata Aziz.
Di Jawa Timur, deflasi terdalam terjadi di Tulungagung 0,22 persen, sedangkan terkecil di Jember 0,04 persen.
’’Inflasi Kota Madiun dibandingkan Jatim dan nasional relatif terkendali,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto