Jawa Pos Radar Madiun – Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Madiun dipastikan pindah lokasi.
Bangunan yang kini berdiri di tengah permukiman warga Jalan Kaswari dinilai sudah tidak layak secara estetika maupun kebersihan.
Pemkot menyiapkan lahan baru di belakang kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) di Kelurahan Nambangan Kidul.
Kepala DKPP Kota Madiun Totok Sugiarto menyebut pembangunan dilakukan bertahap.
Tahun ini tahap pertama penyiapan lahan dan pengurukan dengan alokasi Rp 1,6 miliar.
’’Tahun depan mulai konstruksi,’’ ujarnya Minggu (7/9).
Totok memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp 12–15 miliar.
Target tiga tahun ke depan RPH baru sudah bisa beroperasi.
’’Kalau anggaran diangkat sekali berat, jadi dicicil,’’ jelasnya.
Meski lokasi dipindah, kapasitas pemotongan tetap tiga sampai empat ekor sapi per minggu.
Namun, fasilitas ditingkatkan agar lebih higienis dan memenuhi sertifikasi halal.
’’Alat penyembelihan modern, tidak lagi dijatuhkan, tapi digantung agar sesuai syariat,’’ terang Totok.
Pengelolaan limbah juga diprioritaskan agar tidak mencemari lingkungan.
RPH baru diharapkan bisa melayani pemotongan dari luar daerah.
’’Kalau lebih higienis dan bersertifikat halal, bisa jadi potensi PAD,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto