Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun menjadi tuan rumah rapat konsolidasi Koperasi Merah Putih (KMP), Selasa (9/9).
Empat kementerian hadir sekaligus, yakni Kemenko Pangan, Kementerian BUMN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Koperasi.
Wali Kota Madiun Maidi menegaskan, KMP dibangun untuk mendekatkan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan pasar tradisional.
’’Lapak-lapak di lapangan dan lahan tidur, seperti lima hektare di Banjarejo, kita manfaatkan untuk KMP,’’ ujarnya.
KMP diharapkan menjadi tulang punggung masyarakat, terutama saat harga kebutuhan pokok melonjak.
’’Antara Bulog, Pertamina, dan Rajawali harus satu garis lurus. Masalah modal nanti bisa ditopang bank daerah,’’ tambahnya.
Selain itu, Pemkot Madiun juga memperkenalkan inovasi KMP laundry sampah.
Target besarnya adalah menutup TPA pada 2027 dengan pencapaian kota bersih dunia, nol kemiskinan, dan lansia berumur panjang.
Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto menambahkan, evaluasi KMP melibatkan tujuh daerah Bakorwil Madiun.
’’Kita harus perhatikan kondisi existing, jangan sampai kontraproduktif,’’ tegasnya.
Hingga kini, satu gerai KMP telah beroperasi di Jalan Merpati, Nambangan Lor.
Targetnya, KMP berkembang di 27 titik se-Kota Madiun.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Pangan Sugeng Santoso menyebut KMP merupakan representasi 17 kementerian/lembaga.
’’Permodalan dan stok bahan pokok memang masih jadi hambatan, tapi dengan sinergi ini bisa dipercepat,’’ katanya.
Berdasarkan Inpres 9/2025, KMP masuk prioritas RKP 2026.
Indikatornya mencakup jumlah peserta, usaha, aset, dan modal yang bersinergi dengan pihak ketiga.
’’Tujuannya jelas, memperkuat ekonomi lokal lewat KMP,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto