Jawa Pos Radar Madiun – Perum Bulog Cabang Madiun memastikan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar-pasar tradisional tetap aman.
Hal itu ditegaskan Pimpinan Bulog Cabang Madiun, Agung Sarianto, saat melakukan sidak di Pasar Besar Madiun (PBM), Selasa (10/9).
Di PBM, rata-rata pedagang memiliki cadangan 500 kilogram hingga 1 ton beras SPHP.
Sementara order pedagang ke Bulog berkisar 1–2 ton per minggu, bahkan bisa tiga kali order.
“Harganya pun sesuai HET Rp 12.500 per kilogram atau Rp 62.500 per zak. Di PBM rata-rata dijual Rp 60 ribu per zak,” ujar Agung.
Saat ini, terdapat 25 kios di PBM yang terdaftar aplikasi Klik SPHP, 19 kios di Pasar Sleko, dan 2 kios di Pasar Kojo.
Menurut Agung, batas order SPHP maksimal 2 ton per pemesanan.
Jika stok tersisa di bawah 500 kilogram, pedagang diperbolehkan order ulang melalui aplikasi.
“Stok beras SPHP mencukupi kebutuhan Kota Madiun. Harganya tetap sama, baik di pasar tradisional, gerakan pangan murah (GPM), kios luar pasar, maupun retail modern,” imbuhnya.
Selain beras, Bulog juga mengecek distribusi MinyaKita.
Meski pasokan terbatas, distribusi tetap berjalan melalui pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
“Harga tetap sesuai HET Rp 15.700 per liter, rata-rata pedagang menjual Rp 15.500,” jelas Agung. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto