Jawa Pos Radar Madiun – Gerakan literasi di Madiun Raya mendapat amunisi baru.
Kehadiran New Book Store (NBS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bukan sekadar toko buku, tetapi juga misi intelektual untuk memperkuat budaya literasi.
Direktur Eksekutif NBS UMM Bambang Adrian Wenzel menyebut pembukaan cabang Madiun bertujuan memperluas gerakan literasi.
Salah satu fasilitas unggulan yang dihadirkan adalah Ruang Plat AE.
“Ruang Plat AE ini kami buka untuk masyarakat luas. Mahasiswa, komunitas, maupun masyarakat umum bisa memanfaatkannya secara produktif. Tidak ada persyaratan yang rumit. Yang terpenting, ruang ini bisa menjadi wadah untuk bertemu dan berkarya,” ujarnya, Kamis (11/9).
Bambang menambahkan, NBS UMM akan menghadirkan penulis dan penerbit dari berbagai daerah.
“Kami ingin ruang ini melahirkan kegiatan sastra, diskusi buku, hingga pertunjukan teater anak-anak,” tambahnya.
Apresiasi datang dari pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun Habib Abidullah.
Ia menilai ruang Plat AE menjadi titik baru bagi pegiat literasi di Madiun Raya.
“Tempat ini menjadi ruang baru bagi pegiat literasi, komunitas, dan pencinta buku. Harapannya tidak hanya menjadi titik kumpul, tetapi juga jembatan memperkuat gerakan literasi,” katanya.
Habib menyebut, indeks kegemaran membaca masyarakat Kota Madiun tergolong tinggi.
Data Perpusnas 2024 mencatat Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kota Madiun 96,53, tertinggi ketiga di Jawa Timur dan kelima nasional.
Sementara Indeks Pembangunan Literasi Manusia (IPLM) mencapai 96,93, menempatkan Madiun peringkat ketiga Jatim.
Namun, literasi harus diasah sejak dini. “Ekosistem yang baik akan membuat generasi penerus senang membaca dan meningkatkan kemampuan literasinya,” tegas Habib.
Dengan hadirnya NBS UMM dan Ruang Plat AE, Madiun Raya kini memiliki pusat literasi baru yang memperkuat tradisi membaca dan jejaring komunitas. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto