Jawa Pos Radar Madiun – Realisasi distribusi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog Cabang Madiun sejak Januari hingga 9 September mencapai 2.488 ton.
Khusus Kota Madiun, distribusi tercatat 923 ton.
Pimpinan Cabang Bulog Madiun Agung Sarianto menyebut realisasi itu baru 23 persen dari target.
“Insya Allah kami optimistis target 10.599 ton hingga Desember tercapai,” ujarnya saat sidak Pasar Besar Madiun (PBM), Selasa (16/9).
Beras SPHP disalurkan melalui tujuh titik distribusi, mulai pasar tradisional, kios, ritel modern, gerakan pangan murah, hingga instansi.
Rata-rata penyaluran harian 60–70 ton.
“Kami kontrol harian agar target bisa tercapai,” lanjut Agung.
Selain pasar tradisional, beras SPHP juga dipasok ke ritel modern seperti Samudra dan Alfamart.
Hypermart segera menyusul. Harga dipatok Rp 60 ribu per zak, di bawah harga eceran tertinggi (HET) Rp 62.500.
Agung memastikan kualitas beras terjaga.
“Kami lakukan quality control setiap kali pengemasan ulang dan fumigasi gudang tiga bulan sekali,” tegasnya.
Para pedagang menyebut beras SPHP cocok untuk nasi goreng dan lontong.
Untuk konsumsi harian, disarankan dicampur beras premium agar lebih pulen. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto