Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun menargetkan pertumbuhan ekonomi menembus 8 persen.
Target ini sejalan arahan Presiden Prabowo Subianto agar ekonomi nasional tumbuh tinggi.
Kabid Perencanaan Infrastruktur, Kewilayahan, Perekonomian, dan SDA Bappelitbangda Kota Madiun, Mas Kahono Pekik Hari Prasetiyo, menyebut ekonomi kota menunjukkan tren positif.
’’Sempat minus 5 persen saat Covid-19, lalu naik 4 persen, kini sudah di angka 6,3 persen dan menempati posisi kedua tertinggi di Jatim setelah Kota Malang,’’ ujarnya, kemarin (17/9).
Untuk mewujudkan target tersebut, pemkot membentuk tim percepatan pertumbuhan ekonomi.
’’Ada 27 OPD yang dilibatkan, plus instansi eksternal seperti PLN, Bea Cukai, Kemenag, hingga BI Kediri,’’ jelasnya.
SK pembentukan tim kini dalam proses di bagian hukum dan ditargetkan berlaku sebelum akhir tahun.
’’Sehingga tim bisa segera bekerja penuh,’’ tandasnya.
Fokus optimalisasi diarahkan pada digitalisasi, pengendalian inflasi, penguatan UMKM, dan sektor pariwisata.
’’Pariwisata yang tumbuh akan menggairahkan UMKM. Apalagi wisatawan mancanegara mulai melirik Kota Madiun,’’ katanya.
Menurutnya, potensi wisata budaya jadi daya tarik utama.
Pemkot sudah membentuk beberapa kelurahan wisata dan berkolaborasi dengan program nasional, termasuk pengembangan Kampung Inggris di Winongo.
’’Semua ini untuk memastikan ekonomi Kota Madiun terus bergerak naik,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto