Jawa Pos Radar Madiun – Keterlibatan siswa SMP dalam aksi demonstrasi di DPRD Kota Madiun akhir Agustus lalu membuat Wali Kota Maidi mengambil sikap.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan sekolah untuk membentuk karakter anak.
“Pengalaman itu mahal dan tidak bisa dibeli. Jangan sampai anak-anak kita terpapar virus negatif dari lingkungan, baik dari rumah, sekolah, maupun teman sebaya,” tegas Maidi, kemarin (22/9).
Maidi mencontohkan, pergaulan yang baik akan membentuk karakter baik.
Sebaliknya, lingkungan yang buruk meningkatkan risiko penyimpangan.
Karena itu, ia mengingatkan orang tua menjadi guru pertama di rumah, sedangkan sekolah sebagai pendidik kedua.
“Kalau sejak awal gagal, memperbaikinya akan jauh lebih sulit. Pendidikan karakter harus dimulai sedini mungkin. Orang tua harus tahu apa yang dilakukan, sekolah juga harus paham cara menangani anak,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, pemkot akan memperluas program pendidikan karakter ke seluruh sekolah secara bertahap.
“Insya Allah, pelan-pelan semua sekolah akan diberikan wawasan yang sama,” pungkas Maidi. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto