Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun segera memiliki delapan mesin incinerator.
Alat pemusnah sampah itu bakal ditempatkan di sejumlah TPS.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun Suwarno menyebut, pengelolaan dilakukan kelompok masyarakat (pokmas).
’’Di tingkat RT, ibu-ibu PKK dilibatkan untuk memilah sampah rumah tangga,’’ jelasnya, kemarin (24/9).
Dana Rp 10 juta yang diberikan ke RT bukan hanya untuk perbaikan saluran, tetapi juga mendukung pengolahan sampah.
Sampah bernilai jual akan diolah menjadi produk ekonomi sirkular, sedangkan sampah tak bernilai dibakar di TPS menggunakan incinerator.
’’Selama ini semua sampah masuk TPS tanpa pemilahan. Ke depan akan dipilah dari rumah,’’ terangnya.
Suwarno yang juga Kepala Bappeda menambahkan, pemilahan sampah dibedakan tiga warna: merah untuk B3, kuning, dan hijau untuk jenis sampah lain.
Mesin incinerator diklaim ramah lingkungan karena tidak menimbulkan kebisingan dan tidak menggunakan BBM.
Wali Kota Madiun Maidi turut hadir dalam sosialisasi di TPS Mayjend Sungkono dan TPS Kresna.
’’Kami turunkan delapan mesin incinerator dari Bandung. Harapannya, Kota Madiun bersih dari sampah,’’ ujarnya.
Menariknya, hasil pembakaran bisa dimanfaatkan untuk membuat paving.
DLH bakal menyiapkan alat cetak paving di setiap TPS agar hasilnya bisa digunakan masyarakat.
Tahun depan, pemkot juga menyiapkan penghargaan bagi 1.025 RT yang berhasil melakukan pemilahan sampah terbaik.
’’Akan dipilih juara satu, dua, dan tiga sebagai bentuk apresiasi,’’ pungkas Maidi. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto