Jawa Pos Radar Madiun – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Madiun turun menjadi 4,30 persen atau 4.946 orang pada 2024.
Angka ini menurun dibanding 2023 yang mencapai 5,85 persen.
Kepala Disnaker KUKM Kota Madiun Agus Siswanta menyebut tren ini tak lepas dari berbagai program pelatihan dan job fair.
’’Sebaiknya daripada menganggur, mending mengambil kerja yang ada sambil meningkatkan skill ke tahap lebih tinggi,’’ ujarnya saat Nakerfest 2025 di GOR Wilis, Selasa (30/9).
Agus menyebut generasi muda kini lebih selektif mencari pekerjaan.
Kebanyakan berorientasi menjadi ASN, baik CPNS, PPPK, maupun tenaga kontrak pemerintah.
Padahal, peluang kerja di sektor swasta juga terbuka lebar.
Disnaker berupaya menekan angka pengangguran dengan job fair, pelatihan berbasis kompetensi, hingga monitoring serapan lulusan SMA/SMK.
Di Nakerfest 2025, sebanyak 25 perusahaan membuka 2.058 lowongan kerja offline, sedangkan 39 perusahaan menawarkan 1.418 lowongan secara online.
Selain itu, 156 peserta mengikuti pelatihan digital office tool, office skill, digital branding, otomasi administrasi, otomotif, hingga beauty estetik.
’’Tujuannya meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih kompetitif sesuai kebutuhan pasar kerja,’’ terang Agus.
Wali Kota Madiun Maidi menargetkan TPT kembali turun pada 2026.
’’Kalau angka pengangguran tidak turun, kepala disnaker saya ganti,’’ tegasnya.
Maidi mendorong Disnaker menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan perusahaan.
’’Anak muda sebaiknya tidak gengsi, ambil pengalaman dulu supaya bisa bersaing dan punya nilai lebih,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto