Jawa Pos Radar Madiun – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kota Madiun terus meluas.
Dari semula hanya satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kini berkembang menjadi enam dapur sehat.
Salah satunya di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mardliyyah, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman.
Suasana ceria terdengar di halaman pondok setiap jam makan tiba.
Sepekan terakhir, para santri menikmati hidangan hasil program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
’’Selama ini santri makan seadanya. Sekarang lebih baik, gizinya terukur dan makannya lebih tertata,’’ ujar Pimpinan Ponpes Al Mardliyyah KH Agus Mushoffa Izzudin, Selasa (7/10).
Dapur sehat di pondok itu mulai beroperasi setelah diresmikan Wali Kota Maidi sepekan lalu.
Dengan kapasitas 3.500 porsi, dapur tersebut melayani lebih dari tiga ribu penerima manfaat setiap hari.
Program MBG di Al Mardliyyah tak hanya untuk santri MTs dan MA Al Mujaddadiyah, tapi juga menjangkau MIN 1 Kota Madiun serta RA Perwanida Demangan.
’’Kami menyiapkan tempat dan peralatan, sementara manajemen dapur sepenuhnya ditangani tim SPPG,’’ jelas Gus Shoffa.
Ia mengaku kagum dengan disiplin dan standar kebersihan dapur yang dijalankan petugas.
Pengasuh pondok pun tidak bebas keluar masuk.
’’Pegawainya bekerja penuh waktu dan semuanya mengikuti SOP yang ketat,’’ imbuhnya.
Gus Shoffa berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh isu miring soal program MBG.
’’Kalau sampai terjadi hal yang tidak diharapkan, saya yakin bukan karena kelalaian petugas dapur. Mereka bekerja maksimal,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto