Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Madiun terus mempercepat perekaman e-KTP.
Hingga akhir September 2025, tercatat 11.768 warga belum melakukan perekaman.
Kepala Dispendukcapil Agus Triono menyebut, salah satu strategi percepatan yakni layanan jemput bola ke kelurahan dan sekolah.
“Upaya ini kami lakukan agar target perekaman bisa segera tuntas,” ujarnya, kemarin (7/10), saat kegiatan perekaman di SMAN 2 Madiun.
Program jemput bola sudah menjangkau SMAN 1 Madiun dan SMAN 2 Madiun, serta wilayah RW 2 Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo.
Selain perekaman e-KTP, petugas juga melayani pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Petugas turut membantu warga menginstal aplikasi IKD dan menyediakan fasilitas foto langsung di lokasi.
“Target rekam e-KTP sebenarnya sudah berakhir Agustus lalu. Tapi masih banyak yang baru sempat melakukan perekaman sekarang,” kata Agus.
Ia tak menampik, kendala di lapangan kerap muncul.
Mulai dari siswa yang menunda perekaman karena alasan penampilan hingga warga yang sibuk bekerja.
“Ada yang menunda karena jilbabnya belum pas, wajah berjerawat, atau belum merasa glowing,” ujarnya sembari tersenyum.
Ketua RT 06 Kelurahan Oro-Oro Ombo Supiatiningsih mengapresiasi layanan jemput bola tersebut.
Menurutnya, program ini sangat membantu warga yang sulit datang ke kantor dispendukcapil.
“Prosesnya cepat dan bisa langsung tanya jawab soal data. Semoga terus berlanjut,” tuturnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto