Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan Rumah Data di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Kelurahan Rejomulyo terus dikebut.
Fasilitas yang digarap Pemkot Madiun itu akan menjadi pusat informasi terpadu berbasis data kesehatan dan keluarga berencana.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun dr. Denik Wuryani menyebut, Rumah Data berfungsi sebagai instrumen pemetaan kebutuhan masyarakat.
“Semua informasi tersedia di satu tempat. Mulai usia penduduk, lokasi tempat tinggal, hingga data ibu hamil dan menyusui,” ujarnya, Rabu (8/10).
Menurut Denik, data yang dihimpun lebih rinci dibandingkan data kependudukan umum. Rumah Data mencakup identitas hingga tingkat rumah tangga.
“Kalau data kependudukan hanya mencatat jumlah penduduk, di Rumah Data lebih detail. Termasuk siapa ibu hamil, menyusui, dan kelompok usia produktif,” jelasnya.
Informasi yang terkumpul bisa langsung digunakan untuk intervensi program lapangan.
Seperti penanganan stunting, pemenuhan gizi keluarga, dan kesehatan ibu hamil.
“Kalau ada ibu hamil di wilayah tertentu, datanya bisa langsung diakses dan ditindaklanjuti,” tambahnya.
Selain fisik bangunan, Denik menegaskan penguatan SDM pengelola data menjadi prioritas.
“Kami harapkan semua Kampung KB punya Rumah Data aktif. Ini fondasi penting untuk menyusun kebijakan kesehatan ke depan,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Hesti Setyorini mengatakan, pembangunan berjalan lebih cepat dari target.
“Progres fisik mencapai 41,97 persen, melebihi target 41,06 persen,” ungkapnya.
Pekerjaan saat ini meliputi struktur bangunan seperti pondasi dan beton.
Selanjutnya dilanjutkan ke tahap arsitektur serta Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP).
“Nilai kontrak Rp 641,3 juta. Target selesai 16 November 2025,” tandas Hesti. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto