Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Madiun Maidi melayangkan peringatan tegas kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN).
Mereka yang dinilai tidak bekerja optimal bakal dievaluasi.
Kebijakan ini disampaikan seiring rencana pemangkasan transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat pada 2026 mendatang.
Pemkot Madiun harus berhemat setelah dana transfer dipastikan berkurang hingga Rp168 miliar.
Karena itu, Maidi menegaskan efisiensi akan diterapkan di seluruh lini pemerintahan, mulai dari belanja kegiatan hingga kinerja pegawai.
’’Mulai tahun depan kita efisiensi anggaran. Pegawai yang tidak optimal, tidak serius bekerja, atau justru merugikan lembaga akan dievaluasi,’’ tegasnya.
Menurut Maidi, penyusunan anggaran tahun depan dilakukan secara cermat agar belanja pegawai benar-benar efektif dan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik.
’’Ini sudah kami rencanakan. Fokusnya efisiensi, tapi hasil kerja harus tetap optimal,’’ ujarnya.
Ia menegaskan, efisiensi bukan berarti penurunan kinerja, melainkan memaksimalkan hasil dengan sumber daya terbatas.
’’Kami pakai jurus efisien tapi optimalisasi pegawai. Semua harus kerja maksimal,’’ tutur Maidi.
Wali kota dua periode itu juga memastikan, ASN yang tidak menunjukkan kinerja baik akan mendapat perhatian khusus dari pimpinan.
’’Kalau tidak optimal, ya berat. Kami ingin semua bergerak cepat dan serius,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto