Jawa Pos Radar Madiun – Program Koperasi Merah Putih (KMP) yang digagas Pemkot Madiun terus menunjukkan progres positif.
Hingga Oktober ini, sebanyak 10 KMP telah siap beroperasi untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga.
Dua di antaranya, yakni KMP Kelurahan Demangan dan Winongo, mulai resmi beroperasi, Jumat (10/10).
Wali Kota Madiun Maidi menyampaikan, dari total 27 KMP yang telah berbadan hukum, pengurus dan pengawasnya telah ditetapkan sejak Juli lalu.
Pemerintah menargetkan seluruh koperasi aktif bertahap hingga akhir tahun.
’’Anggotanya banyak sekali. Kalau anggotanya banyak dan koperasi dikelola dengan baik, otomatis akan berjalan lancar,’’ ujar Maidi saat meninjau lapak bahan pokok KMP Demangan.
Maidi menjelaskan, pembentukan KMP bertujuan mendorong kemandirian ekonomi warga melalui sistem simpanan anggota.
Seluruh modal bersumber dari iuran internal, bukan pinjaman bank.
’’Iuran dan cicilan anggota menjadi simpanan koperasi. Harga barang di KMP juga lebih murah dari pasar, tapi tetap sesuai HET,’’ jelasnya.
Menurut Maidi, sistem keuangan berbasis anggota jauh lebih aman dibanding kredit perbankan.
’’Kalau mau pinjam ke bank, harus paham ilmu keuangan. Jangan sampai utang justru jadi beban,’’ tegasnya.
Ia menambahkan, besaran simpanan anggota KMP bervariasi antara Rp100 ribu hingga Rp20 juta per orang.
Bila koperasi terbukti dikelola dengan baik, peluang kerja sama dengan lembaga keuangan akan dibuka.
’’Kalau KMP sudah jalan dan manajemennya bagus, baru bisa mengembangkan usaha lebih besar,’’ tandas wali kota dua periode itu. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto