Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Harga Beras di Madiun Masih di Atas HET, Disdag Lakukan Intervensi Lewat Wartek

Erlita H • 2025-10-13 17:50:22
Harga beras medium di Madiun masih di atas HET. Disdag lakukan intervensi lewat Wartek dan Token untuk menekan inflasi dan menjaga pasokan. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Harga beras medium di Madiun masih di atas HET. Disdag lakukan intervensi lewat Wartek dan Token untuk menekan inflasi dan menjaga pasokan. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Harga beras medium di Kota Madiun masih belum stabil.

Hingga saat ini, harga di pasar masih Rp 13.500 per kilogram, atau sedikit di atas harga eceran tertinggi (HET).

Sementara, beras premium dijual Rp 15.500 per kilogram.

Hasil pantauan di Pasar Besar Madiun (PBM) menunjukkan harga rata-rata mencapai Rp 14 ribu–Rp 14.500 per kilogram.

Meski begitu, masih ada pedagang yang menjual sesuai HET, namun dengan kualitas beras pecahan.

’’Bulan ini inflasi dari komoditas beras turun menjadi 0,19 persen dari sebelumnya 0,22 persen,’’ ujar Kabid Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Siti Nurjannah.

Untuk menekan harga beras, Disdag membuka Warung Tekan Inflasi (Wartek) di tiga titik.

Di antaranya, PBM, Jalan Merpati, dan Toko Acuan Tekan Inflasi (Token) di Pasar Sleko.

Wartek menjual beras SPHP bersubsidi Rp 65 ribu per sak isi 5 kilogram atau Rp 13 ribu per kilogram.

’’Kami juga menyalurkan melalui lima pedagang pasar dengan label khusus beras subsidi,’’ jelasnya.

Selain beras, disdag juga mencatat harga telur ayam ras naik menjadi Rp 29.500 per kilogram.

Sedangkan minyak goreng masih sesuai HET di angka Rp 17 ribu per liter.

’’Kami akan intervensi lagi bila harga telur terus naik,’’ pungkas Siti. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#token #Beras sphp #Disdag Kota Madiun #madiun #harga bahan pokok #Wartek #harga beras madiun #harga telur #inflasi madiun