Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Depresi Usai Sidang Skripsi, Mahasiswa ITS Asal Madiun Dievakuasi dari Rel Kereta Api

Erlita H • Senin, 13 Oktober 2025 | 20:57 WIB
Anggota Koramil Manguharjo menyelamatkan mahasiswa ITS asal Madiun yang diduga depresi setelah sidang skripsi dan nekat berlari ke rel kereta api. FOTO: KORAMIL MANGUHARJO
Anggota Koramil Manguharjo menyelamatkan mahasiswa ITS asal Madiun yang diduga depresi setelah sidang skripsi dan nekat berlari ke rel kereta api. FOTO: KORAMIL MANGUHARJO

Jawa Pos Radar Madiun – Aksi cepat Peltu Karmidi, anggota Koramil Manguharjo, berhasil menyelamatkan nyawa seorang pemuda berinisial RRM, 22, warga Kelurahan Winongo, yang diduga mengalami depresi berat.

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu nekat berlari ke tengah rel kereta api di kawasan Jembatan Beteng, Senin (13/10) pagi, sambil membawa kucing peliharaannya.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30. RRM tiba-tiba keluar rumah dan berlari ke arah timur sambil bernyanyi.

Orang tuanya, AG, panik dan berteriak meminta pertolongan warga.

Mendengar teriakan itu, Peltu Karmidi yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi langsung berlari mengejar.

’’Saya jemput dari arah barat. Takutnya dia tertabrak sepur atau loncat ke jurang di jembatan,’’ ujar Karmidi.

Dengan sigap, Karmidi berhasil menenangkan RRM meski sempat melawan.

Setelah dibantu warga, pemuda itu akhirnya berhasil diamankan.

’’Sekitar 15 menit prosesnya. Setelah itu datang ambulans, dia diberi obat penenang,’’ imbuhnya.

Dari keterangan keluarga, dua hari sebelumnya RRM sempat marah dan membanting laptop serta ponselnya sepulang salat Jumat.

Diduga, ia mengalami tekanan psikologis setelah mendapat komentar keras dari dosen penguji saat ujian skripsi di ITS Surabaya.

Minggu pagi, RRM sempat meminta ayahnya mengantar ke Surabaya, namun ditolak karena kondisinya belum stabil.

Tak lama kemudian, ia nekat menuju rel. ’’Jadi bukan upaya bunuh diri, tapi karena depresi berat,’’ jelas Karmidi.

Saksi mata, Wahono, warga sekitar, mengatakan kejadian berlangsung cepat.

’’Orang-orang langsung teriak, terus datang bapak-bapak TNI itu. RRM diikat tangannya supaya tidak melawan, lalu dibawa ambulans,’’ tuturnya.

RRM kini dalam penanganan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) bersama Puskesmas Manguharjo.

Rencananya, ia akan dirawat di Shelter Dinsos Jalan Srindit, Nambangan Kidul. (err/her)

 

Editor : Hengky Ristanto
#Koramil Manguharjo #Dinsos PPPA #mahasiswa depresi #rel kereta api #kesehatan mental #Peltu Karmidi #madiun #its surabaya