Jawa Pos Radar Madiun - Bulog Madiun terus mengintervensi harga beras di pasaran dengan menambah pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Langkah ini dilakukan untuk menahan laju kenaikan harga beras medium dan premium yang masih di atas harga eceran tertinggi (HET).
Pimpinan Cabang Bulog Madiun Agung Sarianto menyebut, harga beras SPHP kemasan 5 kilogram dipatok Rp 62.500 sesuai ketentuan.
’’Beras SPHP menjadi alternatif masyarakat di tengah naiknya harga beras medium dan premium. Tujuannya untuk menahan laju kenaikan harga di pasaran,’’ jelasnya, Selasa (14/10).
Agung mengakui, sebagian pedagang menilai tekstur beras SPHP kurang pulen ketika dimasak.
Karena itu, pihaknya melakukan evaluasi dengan mencoba menggunakan hasil serapan petani lokal.
’’Mulai Oktober kami uji coba beras dengan karakter lebih pulen agar masyarakat lebih suka,’’ ujarnya.
Hingga kini, realisasi penjualan beras SPHP di wilayah kerja Bulog Madiun mencapai 3.700 ton atau 35,62 persen dari target tahunan 10.599 ton.
Di Kota Madiun, realisasinya sudah 1.400 ton dengan 836 ton disalurkan melalui pengecer di Pasar Besar Madiun (PBM), Pasar Sleko, dan pasar tradisional lainnya.
Menurut Agung, Kota Madiun menjadi wilayah dengan serapan tertinggi di antara daerah sekitar.
’’Faktor utamanya karena jumlah penduduk padat dan aktivitas pasar cukup tinggi. Rata-rata pedagang bisa memesan dua ton beras SPHP dua hingga tiga kali dalam sepekan,’’ ungkapnya.
Bulog menargetkan dapat menyalurkan tambahan 6.800 ton hingga akhir tahun.
Untuk mencapainya, distribusi ditingkatkan menjadi 80–90 ton per hari. Monitoring stok dilakukan setiap pagi melalui aplikasi Klik SPHP.
’’Kalau stok di bawah 500 kilogram, kami langsung minta pedagang melakukan order ulang,’’ terang Agung.
Saat ini, Bulog bermitra dengan 47 pedagang dari total 72 pengecer SPHP di Pasar Sleko, PBM, Pasar Kojo, serta jaringan Gerakan Pangan Murah (GPM), Polres, RPK Bulog, BUMN, toko modern, dan Koperasi Merah Putih (KMP).
’’Kami optimistis bisa capai target penyaluran sampai akhir Desember,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto