Jawa Pos Radar Madiun – Siang terik, sore hujan deras.
Pola cuaca ekstrem ini mulai terasa di Kota Madiun sepekan terakhir.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk Setiyaris menyebut kondisi tersebut menandai masuknya masa pancaroba atau peralihan musim.
“Awal musim hujan di wilayah Madiun diperkirakan terjadi Oktober dasarian tiga, namun bersifat lokal dan belum merata,” ujarnya, kemarin (20/10).
Fenomena itu terjadi akibat pertemuan dua massa udara, yakni udara dingin dari Asia dan udara basah dari Australia.
Pertemuan keduanya memicu terbentuknya awan konvektif—awan menjulang seperti bunga kol—yang dapat menyebabkan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.
“Kalau konveksinya kuat, hujan es juga bisa terjadi. Biasanya awan terbentuk hingga ketinggian 5.000 meter lebih,” terang Setiyaris.
Masa pancaroba ini diperkirakan berlangsung hingga November, saat curah hujan mulai meluas dan merata.
Masyarakat diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan, angin kencang, dan petir.
Beberapa hari terakhir, suhu udara di Kota Madiun mencapai 33–35 derajat Celsius.
Kondisi ini disebabkan angin monsun Australia yang bersifat kering dan minim tutupan awan, sehingga penyinaran matahari terasa lebih panas.
“Posisi matahari juga berada di selatan, tepat di atas Jawa Timur. Itu membuat penyinaran lebih intens dan memicu pembentukan awan konvektif,” jelasnya.
Setiyaris menambahkan, beberapa daerah lain seperti Lamongan, Gresik, Kediri, dan Surabaya bahkan mencatat suhu mencapai 37–38 derajat Celsius.
“Puncak musim hujan di Madiun diperkirakan pertengahan hingga akhir Januari 2026,” tandasnya. (err/her)
KEJADIAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI SEJAK 17 OKTOBER
Kecamatan Kartoharjo :
1. Jalan Sarimulya (Rejomulyo)
2. Jalan Pelita Taman dan Jalan Wiyata Sari (Rejomulyo)
3. Jalan S. Parman (Oro-Oro Ombo)
4. Jalan Mangala Mulya (Rejomulyo)
5. Jalan Jawa (Kartoharjo)
6. Jalan Sri Sedani (Pilangbango)
7. Jalan Tawang Sari (Tawangrejo)
Kecamatan Manguharjo :
1. Jalan Kompol Sunaryo (Madiun Lor)
2. Jalan Sumatra (Madiun Lor)
3. Jalan Apotik Hidup (Sogaten)
4. Jalan Yos Sudarso (Patihan)
5. SDN Ngegong, Jalan Keningar (Ngegong)
6. Jalan Biliton, Kelurahan Madiun Lor
7. Lapangan Winongo (Winongo)
8. Jalan Borobudur (Madiun Lor)
Atap Roboh
1. Kios Rumah Potong Ayam (Rejomulyo)
2. Rumah di Jalan Sri Rejeki (Sukosari)
3. Jalan Borobudur Gang 2 (Madiun Lor)
4. Kolam Pemancingan Joglo Palereman (Kelun)
5. Jalan Asmara Dana RT 11/RW. 4 (Sogaten)
6. SDN Ngegong, Jalan Keningar (Ngegong)
7. Jalan Sri Utomo (Sukosari)
Banjir
1. Ring Road Barat (Patihan)
2. Jalan Salak Timur (Taman)
3. Jalan Puntuk (Kejuron)
4. SMKN 4 Madiun
5. Jalan Sawo