Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Rumah di Ngegong Madiun Roboh Diterjang Puting Beliung, Penghuni Mengungsi ke Tetangga

Erlita H • Jumat, 24 Oktober 2025 | 02:14 WIB
Petugas BPBD Kota Madiun membersihkan reruntuhan rumah warga di Ngegong yang rusak usai diterjang angin kencang, Sabtu (18/10). BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Petugas BPBD Kota Madiun membersihkan reruntuhan rumah warga di Ngegong yang rusak usai diterjang angin kencang, Sabtu (18/10). BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Kota Madiun, Jumat (17/10), masih menyisakan dampak.

BPBD Kota Madiun kembali melakukan kerja bakti dan evakuasi lanjutan, Kamis (23/10), di rumah milik Ririn Dwi Astuti di Jalan Apotik Hidup, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo.

Sebuah pohon jati berdiameter 30 sentimeter dan tinggi sekitar 10 meter menimpa rumah yang dihuni Ririn bersama dua anaknya.

“Hari ini kami turunkan 20 personel. Fokus kami menurunkan genteng dan kayu usuk yang berpotensi membahayakan penghuni,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun Heter Hidayati.

Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp 15 juta.

Namun, proses bantuan perbaikan rumah terkendala status tanah yang masih milik PG Rejo Agung Baru.

Meski begitu, BPBD telah menyalurkan bantuan stimulan berupa terpal, selimut, pakaian, dan bahan pokok untuk kebutuhan darurat.

“Mekanisme tetap diajukan ke wali kota, tergantung disposisi beliau,” imbuhnya.

Memasuki musim penghujan, BPBD meningkatkan kesiagaan 24 jam dengan menyiapkan empat regu Tim Reaksi Cepat (TRC).

Petugas bersiaga menghadapi potensi angin kencang dan banjir, terutama di kawasan rawan seperti Manguharjo dan Kartoharjo.

“Kami juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk pemangkasan pohon berisiko tumbang,” terang Heter.

Sekretaris Kelurahan Ngegong Ardi Indriawan mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti penanganan pascabencana dengan berkoordinasi bersama BPBD dan PLN.

“Perbaikan rumah Ririn sebenarnya sudah diusulkan melalui program RTLH, tapi terkendala status tanah karena berada di lahan gendom milik PG Rejo Agung Baru,” jelasnya.

Untuk sementara, Ririn dan dua anaknya menumpang di rumah tetangga.

Kelurahan berencana berkoordinasi dengan PG Rejo Agung Baru agar korban dapat membangun rumah semi permanen.

Ririn mengaku masih trauma atas kejadian itu.

Saat kejadian, ia sedang bekerja sebagai tukang masak.

“Pulang kerja, rumah sudah tertimpa pohon jati besar. Anak saya menangis melihat kondisi rumah,” ucapnya.

Perempuan itu telah menempati rumah tersebut selama 17 tahun.

Suaminya, almarhum Sugiyono, meninggal saat bertugas sebagai petugas keamanan TPS 06 pada Pemilu 2024.

“Saya berharap rumah ini bisa segera diperbaiki agar kami bisa kembali menempatinya,” pungkas Ririn. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #rumah roboh #Manguharjo #cuaca ekstrem #angin puting beliung #bencana madiun #RTLH Madiun #BPBD Kota Madiun