Jawa Pos Radar Madiun – Program digitalisasi pembelajaran dari pemerintah pusat mulai dirasakan sekolah-sekolah di Kota Madiun.
Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Digitalisasi Pembelajaran, Dinas Pendidikan (Dindik) telah menerima bantuan interaktif flat panel (IFP) atau Smart TV dari Kemendikdasmen.
Kepala Dindik Kota Madiun Lismawati menyebut, program ini bagian dari visi pembelajaran 2025 untuk mempercepat pemerataan sarana digital di sekolah.
“Fasilitas ini diberikan untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP sebagai pendukung pembelajaran berbasis digital,” ujarnya, kemarin (28/10).
Dari total 153 lembaga PAUD, sebanyak 54 lembaga telah menerima Smart TV, terdiri atas 91 TK, 13 satuan PAUD sejenis (SPS), 45 kelompok bermain (KB), dan 4 tempat penitipan anak (TPA).
“Sisanya menunggu distribusi tahap berikutnya dari kementerian,” jelas Lismawati.
Untuk jenjang SMP, sebanyak 24 sekolah negeri dan swasta seluruhnya telah menerima perangkat IFP.
Sedangkan 68 SD (52 negeri dan 16 swasta) masih menunggu hasil verifikasi kesiapan dari kementerian.
“Semuanya sudah menyatakan kesediaan dan siap menerima. Tinggal menunggu penyaluran tahap kedua,” tambahnya.
Perangkat IFP berukuran 75 inci itu berfungsi sebagai papan digital berbasis Android.
Guru dapat menampilkan materi, gambar, dan video interaktif secara langsung.
“Khusus PAUD, pembelajaran jadi lebih menyenangkan karena anak-anak belajar melalui gambar dan suara,” terang Lismawati.
Setiap perangkat dilengkapi garansi dua tahun dari penyedia.
“Kalau terjadi kerusakan masih dalam masa garansi, perbaikan ditanggung penyedia. Setelah itu baru diatur mekanisme perbaikannya bersama pemkot,” katanya.
Lismawati berharap, kehadiran Smart TV di sekolah bisa memperkuat literasi digital dan mempercepat transformasi pembelajaran.
“Dengan IFP ini, interaksi guru dan siswa makin hidup. Dunia pendidikan Madiun harus terus berkembang menuju kota cerdas dan mendunia,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto