Jawa Pos Radar Madiun – Langkah antisipatif terus digencarkan untuk mengurangi risiko banjir di Kota Madiun.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat melakukan normalisasi sungai dengan pengedukan mekanis serta pemasangan dua pompa berkapasitas besar di titik-titik rawan genangan.
Sub Koordinator Pengelolaan Sumber Daya Air DPUPR Kota Madiun Sri Teguh Sumaryanto mengatakan, pengedukan mekanis dilakukan serentak di tiga kecamatan: Taman, Kartoharjo, dan Manguharjo.
“Targetnya dimulai minggu depan, mencakup semua aliran sungai berpotensi banjir,” ujarnya, Minggu (9/11).
Titik pertama berada di Sungai Selarangan, Kecamatan Taman, kemudian Kali Sono di Kartoharjo, serta sejumlah aliran di Manguharjo.
“Kami prioritaskan lokasi yang setiap tahun menimbulkan genangan,” tambahnya.
Selain normalisasi, DPUPR menambah dua pompa air baru. Masing-masing di belakang SMKN 1 Madiun dan Gang Gereja, Pandean.
Pompa submersible berkapasitas besar itu dipasang untuk memperkuat sistem drainase kota.
Teguh menuturkan, kawasan Bok Malang menjadi titik paling krusial.
Tahun ini, DPUPR membangun kolam intek besar dengan pompa berkapasitas 1.000 liter per detik yang ditargetkan berfungsi akhir tahun.
“Selain itu, di Mojorejo kami pasang pompa 500 liter per detik untuk menangani genangan di sekitar Koramil Taman,” jelasnya.
Wilayah Kali Gempol juga mendapat perhatian khusus.
Peningkatan badan sungai dan pengedukan mekanis masuk dalam paket pekerjaan tahun ini.
“Kami kebut sebelum curah hujan meningkat. Harapannya, sistem pengendalian air optimal saat puncak musim hujan nanti,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto