Jawa Pos Radar Madiun - Wali Kota Maidi memastikan prioritas pemerintah kota tetap menjaga laju pertumbuhan ekonomi di tengah penyesuaian APBD 2026.
Ia menegaskan tidak ingin capaian positif Kota Madiun melemah hanya karena tekanan fiskal.
’’Fasilitas yang mendorong pertumbuhan harus terus kita tingkatkan. Pendatang ke Madiun harus lebih banyak. Karena itu pembangunan sektor ekonomi kita kedepankan,’’ jelasnya.
Optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) menjadi fokus utama.
Pemkot bakal mengevaluasi aset-aset yang dinilai kurang produktif untuk digarap lebih maksimal.
’’Kami lihat peluang-peluang di kota ini yang bisa ditangkap. Semua kami evaluasi,’’ ujarnya.
Terkait efisiensi anggaran, Maidi memastikan gaji ASN tidak disentuh.
Penyesuaian hanya dilakukan terhadap TPP berbasis kinerja.
’’Gaji tidak boleh disentuh. Tapi TPP itu prestasi. Kalau tidak ada prestasi, ya tidak bisa,’’ tegasnya.
Di sektor lingkungan, pemkot memperkuat konsep 3R (reduce, reuse, recycle) dengan menggandeng masyarakat dan pelaku usaha.
Menurut Maidi, ada delapan rekomendasi kementerian yang harus dipenuhi untuk meningkatkan nilai kinerja pengelolaan sampah.
’’Sampah harus diselesaikan dari bawah. Target zero sampah 2027 kita kejar,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto