Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Wali Kota Maidi Targetkan Madiun Bebas Stunting 2027

Hengky Ristanto • 2025-11-19 12:30:00
Kader posyandu memantau tinggi badan balita dalam Bulan Timbang sebagai upaya percepatan penanganan stunting di Kota Madiun. DOK RADAR MADIUN
Kader posyandu memantau tinggi badan balita dalam Bulan Timbang sebagai upaya percepatan penanganan stunting di Kota Madiun. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Percepatan penanganan stunting di Kota Madiun terus dipacu.

Pemkot mengandalkan pemantauan rutin setiap bulan di posyandu dengan fokus utama pada pengukuran tinggi badan balita.

Kadinkes-PPKB Kota Madiun dr Denik Wuryani menyebut tinggi badan menjadi indikator paling menentukan.

’’Stunting itu yang utama adalah tinggi badan kurang dari standar usianya. Berat badan memang bukan indikator utama, tetapi jika kurang bisa berujung stunting. Karena itu semuanya kami monitor,’’ jelasnya, kemarin (18/11).

Kader diminta menelusuri kondisi anak yang absen saat penimbangan guna mengetahui potensi risiko.

Intervensi juga diberikan sesuai penyebab.

’’Kalau karena penyakit, kami obati. Kalau masalah pola asuh, tim pendamping keluarga akan membantu orang tua memperbaiki cara mengolah dan menyajikan makanan,’’ ujarnya.

Menurut Denik, penyelesaian stunting tidak bisa ditangani satu instansi.

Jika penyebab berasal dari kondisi rumah yang lembap atau tidak layak, dinkes langsung berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Perkim.

’’Masalah stunting harus diselesaikan lintas sektor,’’ tegasnya.

Per Agustus 2024, terdapat 393 anak masuk data stunting.

Pembaruan data dilakukan November–Desember dengan pemetaan berdasarkan usia, kelurahan, dan tingkat risiko.

’’Bukan hanya yang sudah stunting, tetapi yang mengalami masalah gizi juga kami tangani,’’ tambahnya.

Mobilitas penduduk juga menjadi tantangan.

Banyak warga ber-KTP Kota Madiun tetapi sering berpindah domisili.

’’Kadang saat sehat mereka di luar kota. Kalau sudah jatuh sakit atau stunting baru kembali,’’ ungkap Denik.

Dia menambahkan, tantangan terbesar masih pada pola asuh.

’’Ada orang tua yang menganggap anak gemuk itu pasti sehat. Padahal tidak selalu begitu,’’ terangnya.

Penguatan kader menjadi langkah berikutnya.

Mereka diharapkan mampu mendampingi masyarakat sejak calon pengantin, ibu hamil, hingga balita.

’’Pendampingan sudah berjalan, tetapi harus lebih mendalam,’’ ucapnya.

Wali Kota Maidi memastikan komitmennya menuntaskan stunting pada 2027.

’’Kalau bisa, Insya Allah 2027 harus bebas stunting,’’ katanya.

Maidi menegaskan seluruh anak yang masuk kategori stunting bakal mendapat penanganan komprehensif.

’’Saya turun lapangan, saya cek kekurangannya apa. Anak-anak yang stunting tahun ini akan kami garap betul,’’ tegasnya.

Dia juga menjanjikan reward bagi kader jika target bebas stunting tercapai.

’’Saya beri waktu satu tahun. Kalau 2027 bebas stunting, para kader akan saya beri penghargaan,’’ ujarnya.

Maidi menutup dengan target besar pemkot.

’’Target saya 2027 itu zero sampah, zero stunting, pengangguran dan kemiskinan turun,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Maidi #dinkes madiun #pola asuh #Stunting #kasus stunting #madiun #zero stunting 2027 #Intervensi Gizi #posyandu #kesehatan balita #Pemkot Madiun