Jawa Pos Radar Madiun – Kawasan Alun-alun Kota Madiun kembali dibenahi.
Pemkot menata pedagang kaki lima (PKL) demi menciptakan ruang publik yang lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi pengunjung.
Wakil Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan ada sejumlah atensi yang ditekankan pemkot.
Mulai penataan lapak PKL, kebersihan seluruh titik alun-alun, hingga keamanan pengunjung dari pengemis dan pengamen.
’’Penataan ini penting karena Kota Madiun semakin ramai. Pemkot harus memfasilitasi pedagang sekaligus menjaga kenyamanan pengunjung,’’ ujarnya, kemarin (20/11).
Bagus mengingatkan keras praktik ngentol atau menjual makanan dengan harga tak wajar.
Menurutnya, tindakan itu dapat merugikan pedagang sekaligus merusak citra kota.
’’Salah satu alasan wisatawan enggan kembali adalah harga yang tinggi. Padahal Kota Madiun terkenal dengan wisata gratis dan kuliner murah,’’ tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Harum Kusumawati memberi batas waktu hingga Sabtu (22/11) bagi seluruh PKL memasang daftar harga.
Pedagang yang melanggar bakal diberi sanksi.
’’Kebijakan ini untuk mencegah getok harga. Jika tetap tidak mematuhi, kami akan mencabut atau menunda penerbitan TDU,’’ jelas Harum.
Selain itu, PKL juga diwajibkan mengikuti kerja bakti setiap Senin demi menjaga kebersihan kawasan alun-alun.
’’Supaya wisatawan merasa nyaman melihat area yang bersih,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto