Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

276 Anak SD di Madiun Jalani Imunisasi Tetanus-Difteri, Ini Efek Samping dan Manfaatnya

Erlita H • Senin, 24 November 2025 | 03:00 WIB
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin TD kepada siswa SD Al Irsyad dalam program BIAS yang digelar Puskesmas Ngegong. FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin TD kepada siswa SD Al Irsyad dalam program BIAS yang digelar Puskesmas Ngegong. FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Program bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) kembali digelar.

Sebanyak 276 siswa SD Al Irsyad mendapat suntikan vaksin tetanus-difteri (TD), Jumat (21/11) lalu.

Sasaran mencakup siswa kelas I, II, dan V.

Bidan Puskesmas Ngegong Tri Ambarwati menyebut imunisasi TD diberikan untuk memperkuat perlindungan anak dari risiko tetanus.

“Setelah ini kami lanjut ke sekolah-sekolah lain di wilayah Puskesmas Ngegong,” ujarnya.

Imunisasi serupa dijadwalkan menyasar sejumlah SD di Madiun Lor, Patihan, Sogaten, Ngegong, dan Pangongangan.

Penjadwalan disesuaikan dengan aktivitas sekolah karena sebelumnya dilakukan skrining kesehatan melalui UKS.

Pemeriksaan meliputi mata, telinga, tekanan darah, hingga kesehatan gigi.

Tri menuturkan, efek samping vaksin tergolong ringan.

“Paling demam atau nyeri di lokasi suntikan,” tambahnya.

Dia berharap imunisasi TD dapat memberikan perlindungan jangka panjang bagi kesehatan anak.

“Kekebalan terhadap tetanus bisa bertahan hingga 25 tahun setelah imunisasi terakhir,” tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#BIAS 2025 #SD Al Irsyad #Imunisasi Madiun #vaksin TD #madiun #Tetanus difteri #Puskesmas Ngegong #kesehatan anak