Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pemkot Madiun Gaspol Bangun Sektor Pariwisata, Targetkan 3 Juta Wisatawan!

Hengky Ristanto • 2025-11-24 13:30:16
Ribuan wisatawan dari luar daerah mengunjungi kawasan PSC dan PRC kemarin (23/11). FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Ribuan wisatawan dari luar daerah mengunjungi kawasan PSC dan PRC kemarin (23/11). FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun bersiap memacu pertumbuhan ekonomi lewat penataan sektor pariwisata tahun depan.

Sejumlah proyek strategis dipersiapkan untuk memperkuat kawasan wisata kota pendekar.

Pembangunan replika Tembok China yang akan menghubungkan Bantaran Kali Madiun dengan Pahlawan Street Center (PSC) masuk prioritas.

Begitu pula Masjid Apung di kawasan Bantaran, mini zoo di Ngrowo Bening, serta pengembangan kampung wisata tematik di Banjarejo, Kanigoro, Demangan, dan Winongo.

Wali Kota Madiun Maidi menyebut perkembangan pariwisata kota ini naik signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Tahun 2023 mencatat 1,8 juta kunjungan. Angka itu melonjak menjadi 2,5 juta pada 2024 dan tahun ini ditargetkan menembus tiga juta pengunjung.

“Kita sudah punya modal untuk menarik wisatawan. Tempat-tempat yang ada harus dirawat agar ekonomi ikut bergerak,” ujarnya, kemarin (23/11).

Selain pariwisata, Maidi memastikan seluruh program pembangunan tetap berjalan.

Termasuk pembangunan trotoar Jalan Pandan serta penataan kawasan Sumber Umis dengan nilai sekitar Rp 10 miliar pada 2026.

Dia menepis anggapan bahwa sejumlah program mandek karena efisiensi anggaran.

“Semua program jalan. Tidak ada yang berhenti, karena itu skala prioritas,” tegasnya.

Maidi mengingatkan dinamika kritik yang sempat muncul lima tahun lalu saat pembangunan kawasan Jalan Pahlawan dimulai. Kala itu banyak pihak ragu.

Namun kini kawasan tersebut menjadi pusat kegiatan sekaligus magnet wisata kota.

“Hari ini bisa mendatangkan hampir tiga juta wisatawan. Pertumbuhan ekonomi kita di papan atas. Kemiskinan turun, stunting turun, pengangguran turun,” paparnya.

Menurutnya, capaian itu menunjukkan dampak nyata pembangunan.

Dia meminta seluruh kritik tetap disampaikan secara konstruktif.

“Seandainya dulu tidak dibangun, apa yang terjadi? Silakan beri masukan yang positif,” lanjutnya.

Maidi menegaskan dinamika seperti petisi atau penolakan bukan hal baru.

Namun hasil akhirnya kini telah dirasakan masyarakat.

“Dulu juga begitu. Awalnya ramai. Harusnya ngaca empat tahun yang lalu. Ada petisi, ada begini dan begitu. Sekarang hasilnya sudah terlihat bagus,” tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Replika Tembok China Madiun #Trotoar Jalan Pandan #Pariwisata Madiun #PSC Madiun #Wali Kota Madiun Maidi #madiun #Sumber Umis Madiun #Masjid Apung Madiun #wisata madiun