Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mempercepat normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem dan potensi banjir.
Plt Sekretaris DPUPR Kota Madiun, Dwi Setyo Nugroho, menyebut pekerjaan utama berupa pengedukan sedimentasi untuk memperluas penampang basah sungai sehingga aliran air lebih lancar.
Normalisasi tahun ini menyasar sejumlah titik prioritas. Salah satunya aliran Pilangbango–Rejomulyo sepanjang dua kilometer.
Dua lokasi lain berada di Banjarejo dan Manguharjo, masing-masing mendapatkan dua paket pekerjaan dengan nilai Rp 200 juta.
“Pengedukan dilakukan untuk mengurangi debit banjir dan menambah volume tampungan sungai,” ujar pejabat yang akrab disapa Inug itu.
Pekerjaan ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga pekan.
Pemilihan lokasi, lanjut Inug, mengikuti pola aliran sungai dari hilir.
Tahun sebelumnya normalisasi dimulai dari Tawangrejo, kemudian berlanjut ke Pilangbango untuk wilayah Kartoharjo.
Di Banjarejo, pengerjaan dimulai dari hilir Jalan Diponegoro hingga Selarangan, sementara di Manguharjo dilakukan di jalur Apotek Sugihwaras–Sogaten hingga pusat kecamatan.
Normalisasi ini menjadi bagian penting dari antisipasi bencana.
Dalam rapat bersama wali kota, pemkot diminta mempercepat pembersihan drainase dan memperketat pengawasan sedimentasi sungai seiring adanya potensi siklon dan cuaca hidrometeorologi.
“Drainase di titik-titik rawan harus bersih. Sedimentasi sungai juga dipercepat supaya aliran air tetap terkendali,” tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto