Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Angka Pengangguran Kota Madiun Turun Tipis, Didominasi Lulusan Perguruan Tinggi

Erlita H • 2025-12-16 19:50:00
Program rekrutmen kerja dan job fair bakal diperbanyak Pemkot Madiun tahun depan untuk menekan angka pengangguran. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Program rekrutmen kerja dan job fair bakal diperbanyak Pemkot Madiun tahun depan untuk menekan angka pengangguran. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Madiun pada Agustus 2025 tercatat sebesar 4,29 persen.

Angka tersebut turun tipis dibandingkan Agustus 2024 yang berada di level 4,30 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Abdul Aziz menjelaskan, meski penurunannya hanya 0,01 persen, tren ketenagakerjaan menunjukkan perbaikan karena jumlah angkatan kerja terus bertambah.

Menariknya, pengangguran terbuka di Kota Madiun justru didominasi lulusan perguruan tinggi.

Persentasenya mencapai 6,6 persen. Disusul lulusan SMK 4,54 persen, SMA 4,38 persen, serta penduduk yang tidak lulus SD 4,53 persen.

“Jumlah penduduk usia kerja di Kota Madiun mencapai 164,70 ribu orang,” ujar Aziz, kemarin (15/12).

Dari jumlah tersebut, 47,94 ribu orang masuk kategori bukan angkatan kerja.

Sedangkan 117,32 ribu orang termasuk angkatan kerja. Rinciannya, 112,29 ribu orang bekerja dan 5,04 ribu orang menganggur.

Sektor jasa masih menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja.

“Sebanyak 77,14 persen pekerja terserap di sektor jasa. Kemudian sektor industri 20,05 persen, dan sektor pertanian 2,82 persen,” jelas Aziz.

BPS juga mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kota Madiun mengalami kenaikan.

Pada 2025, TPAK mencapai 71,23 persen, naik dari 70,60 persen pada 2024.

Komposisi pekerja didominasi sektor formal sebesar 53,51 persen, sementara sektor informal 46,49 persen.

“Ketenagakerjaan dari tahun ke tahun tumbuh cukup tinggi. Pemerintah harus menyiapkan lapangan kerja baru agar pengangguran tidak meningkat,” tegasnya.

Aziz menekankan, penciptaan lapangan kerja harus dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Bukan hanya menambah pekerjaan, tapi juga menyiapkan SDM yang sesuai kebutuhan pasar kerja,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengakui penurunan TPT tahun ini tidak signifikan karena lonjakan jumlah angkatan kerja.

“Kalau jumlah angkatan kerja sama seperti tahun lalu, penurunannya pasti lebih besar. Karena angkatan kerja naik, turunnya jadi tipis,” katanya.

Pemkot Madiun berencana memperbanyak program rekrutmen kerja dan job fair pada 2026.

Intervensi dilakukan dengan mengintegrasikan data ketenagakerjaan dan kemiskinan, serta mengarahkan pelatihan pada penciptaan usaha mandiri dan kebutuhan riil dunia kerja.

“Pelatihan akan kami arahkan supaya benar-benar nyambung dengan kebutuhan lapangan kerja,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pengangguran madiun #lulusan perguruan tinggi #kota madiun #job fair #ketenagakerjaan #BPS Madiun #TPT Kota Madiun