Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Puncak Natal, Kedatangan Penumpang Kereta di Madiun Tembus 13 Ribu Orang

Hengky Ristanto • Sabtu, 27 Desember 2025 | 05:05 WIB
Aktivitas penumpang kereta api di salah satu stasiun wilayah Daop 7 Madiun meningkat signifikan selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Aktivitas penumpang kereta api di salah satu stasiun wilayah Daop 7 Madiun meningkat signifikan selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Jawa Pos Radar Madiun – Memasuki periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), volume penumpang kereta api di wilayah Daop 7 Madiun mengalami lonjakan signifikan.

Berdasarkan data pantauan PT Kereta Api Indonesia (KAI), sejak awal masa angkutan Nataru pada 18 Desember hingga 26 Desember 2025, jumlah kedatangan penumpang tertinggi terjadi pada Rabu (24/12).

Pada malam Natal tersebut, sebanyak 13.015 penumpang tercatat turun di berbagai stasiun wilayah Daop 7 Madiun.

Secara akumulatif, selama periode 18–26 Desember 2025, total penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 7 Madiun mencapai 81.111 orang.

Sementara jumlah penumpang datang atau kedatangan tercatat lebih tinggi, yakni 91.545 orang.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, meski volume pelanggan meningkat tajam, KAI tetap berkomitmen menjaga kelancaran, keselamatan, dan kualitas pelayanan selama masa angkutan Nataru.

“Momentum Nataru ini menjadi komitmen kami untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan semakin melayani. Puncak kedatangan sejauh ini terjadi pada malam Natal kemarin, dengan lebih dari 13 ribu pelanggan tiba di wilayah Daop 7 Madiun,” ujarnya.

Sejalan dengan semangat Semakin Melayani, KAI juga mengingatkan penumpang agar mematuhi ketentuan barang bawaan demi keselamatan dan kenyamanan bersama selama perjalanan.

Setiap penumpang diperbolehkan membawa bagasi dengan berat maksimal 20 kilogram, volume tidak lebih dari 100 desimeter kubik, serta maksimal empat koli barang.

Barang bawaan sesuai ketentuan tersebut tidak dikenakan biaya tambahan.

“Kami mengajak pelanggan membawa barang secukupnya. Apabila barang bawaan melebihi ketentuan, kami sarankan menggunakan jasa pengiriman agar perjalanan menjadi lebih aman, nyaman, dan tertib,” tambah Tohari.

Selain jumlah dan ukuran, penempatan barang di rak bagasi juga menjadi perhatian.

Penumpang diimbau memastikan barang diletakkan dengan posisi stabil dan tidak melebihi kapasitas rak agar tidak berisiko jatuh dan membahayakan penumpang lain.

KAI juga menegaskan sejumlah barang yang dilarang dibawa ke dalam kereta api, antara lain hewan peliharaan, senjata api dan senjata tajam, narkotika dan zat adiktif, barang mudah terbakar atau meledak, serta barang berbau menyengat.

Terkait ketersediaan tiket, hingga kini masih tersedia 1.867 tempat duduk pada sejumlah rangkaian kereta api.

Seperti KA Madiun Jaya kelas eksekutif, KA Singasari kelas eksekutif, KA Bangunkarta kelas eksekutif, KA Brantas kelas eksekutif dan ekonomi, serta KA Brantas Tambahan kelas eksekutif.

“Mengingat ketersediaan tempat duduk yang semakin terbatas, kami mengimbau masyarakat segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, maupun kanal resmi lainnya. KAI akan terus berupaya memberikan layanan terbaik dan semakin melayani kebutuhan perjalanan masyarakat,” pungkas Tohari. (her)

Editor : Hengky Ristanto
#nataru 2025 #Tiket kereta Nataru #arus mudik Natal #Daop 7 Madiun #kereta api madiun #madiun #kai madiun