MADIUN – Libur Natal dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja sekaligus berekreasi.
Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Madiun pun dipadati pengunjung, baik warga lokal maupun luar daerah.
Salah satu yang mencatat lonjakan signifikan adalah Plaza Lawu Madiun.
Manajer Mall Plaza Lawu Andreas Nugroho mengatakan, jumlah pengunjung pada libur Natal, Kamis (25/12), meningkat tajam dibandingkan hari biasa.
Lonjakan kunjungan tercatat mencapai 50–60 persen, dengan total sekitar 7.000 pengunjung per hari.
“Keramaian terjadi sejak pagi hingga malam. Kontributor terbesar tetap sektor food and beverage (FnB) dengan porsi sekitar 50 persen,” ujarnya, Minggu (28/12).
Pada hari normal, jumlah pengunjung Plaza Lawu berada di kisaran 5.000–5.500 orang per hari.
Selama libur Natal, aktivitas pengunjung terlihat merata di hampir seluruh area mal.
Selain FnB, sektor lain yang turut menyumbang lonjakan pengunjung adalah lifestyle.
Mulai dari penjualan gawai, perawatan wajah, fesyen, bioskop, wahana permainan anak, hingga kebutuhan rumah tangga.
Keramaian juga dipicu rangkaian acara Natal, termasuk kegiatan Santa Claus berbagi hadiah dan perayaan Natal bersama anak-anak.
Momentum libur sekolah serta kehadiran sejumlah film baru turut menjadi faktor pendorong meningkatnya kunjungan ke bioskop.
Film-film yang tayang di CGV, seperti Avatar, Agak Laen 2, dan Bus Alas Roban, mencatat kenaikan penonton sekitar 10–15 persen atau setara 1.500–2.000 penonton.
“Selama Nataru, bioskop sudah ramai sejak pukul 09.00. Bahkan kami siapkan lift khusus pengunjung bioskop pagi hari karena mal baru buka pukul 10.00,” jelas Andreas.
Ia menambahkan, pengunjung Plaza Lawu tidak hanya berasal dari Kota Madiun.
Banyak pengunjung dari luar daerah seperti Surabaya, Jakarta, hingga Bandung, yang terlihat dari pelat nomor kendaraan di area parkir.
Plaza Lawu memprediksi lonjakan pengunjung kembali terjadi pada Sabtu (28/12) dengan peningkatan serupa seperti saat Natal.
Sementara pada malam pergantian tahun, jumlah pengunjung diperkirakan relatif normal.
Namun, pada 1 Januari 2026, lonjakan diproyeksikan kembali meningkat signifikan.
“Diperkirakan bisa naik 70–75 persen. Apalagi akhir pekan dan pegawai negeri masih libur. FnB biasanya penuh,” tambahnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto