Jawa Pos Radar Madiun – Pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang saat ini kosong di lingkungan Pemkot Madiun dilakukan dengan mengedepankan kompetensi pejabat.
Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto, kemarin (5/1).
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum memiliki pejabat definitif kini diisi oleh pelaksana tugas (Plt).
Dinas Perhubungan dijabat Agus Mursidi, Bappeda oleh Ansar Rosidi, Disbudparpora oleh Noor Aflah, Disperkim oleh Jemakir, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dirangkap Totok Sugiarto.
Soeko menjelaskan, penunjukan Plt bersifat sementara.
Masa jabatannya diperkirakan satu hingga dua bulan, bahkan bisa berlangsung hingga pejabat definitif ditetapkan.
“Harapannya mulai awal Januari ini langsung running. Program-program, terutama yang berkaitan dengan laporan anggaran dan pelayanan masyarakat, harus tetap berjalan,” ujarnya.
Dia menegaskan, pengisian jabatan tersebut bukan bagian dari mutasi, melainkan murni pengisian jabatan kosong.
Karena itu, mekanisme yang ditempuh adalah seleksi terbuka JPTP sesuai ketentuan perundang-undangan.
Sesuai arahan wali kota, proses seleksi ditargetkan rampung sehingga pejabat definitif dapat ditetapkan pada Februari mendatang.
Saat ini, tahapan persiapan seleksi JPTP tengah berjalan, termasuk pelaksanaan asesmen.
“Asesmen nanti akan melibatkan tim dari Universitas Sebelas Maret. Hasilnya menjadi bahan pertimbangan sebelum keputusan akhir ditetapkan oleh wali kota,” pungkas Soeko. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto