Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pemkot Madiun Gas Pol Pembangunan 2026, Maidi: Harus Berdampak Ekonomi

Hengky Ristanto • Selasa, 6 Januari 2026 | 14:00 WIB
Pembangunan jalur pedestrian di Jalan Pandan yang bakal mengoneksikan antara PSC dengan kawasan alun-alun menjadi salah satu program prioritas Pemkot Madiun tahun ini. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Pembangunan jalur pedestrian di Jalan Pandan yang bakal mengoneksikan antara PSC dengan kawasan alun-alun menjadi salah satu program prioritas Pemkot Madiun tahun ini. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pelaksanaan program pembangunan tahun 2026 mulai dimatangkan Pemerintah Kota Madiun.

Kemarin (5/1), Wali Kota Madiun Maidi mengumpulkan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Ruang 13 Balai Kota untuk menyamakan arah kebijakan pembangunan.

Pembahasan meliputi implementasi pengelolaan sampah, penataan jaringan utilitas, konektivitas sektor pariwisata dari Pahlawan Street Center (PSC) hingga alun-alun, serta pemantapan petunjuk teknis (juknis) bantuan Rp 10 juta per RT.

Maidi menegaskan seluruh program pembangunan harus berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

Setiap proyek tidak boleh berhenti pada aspek fisik semata, tetapi mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Setiap pembangunan harus dihitung dampaknya, bisa tiga atau empat efek lanjutan. Tapi satu yang tidak boleh lepas, harus berdampak ekonomi,” ujarnya.

Dia mengibaratkan ekonomi sebagai aliran darah dalam tubuh. Jika perputaran ekonomi lancar, maka kondisi kota akan sehat.

Sebaliknya, jika ekonomi tersendat, pembangunan tidak akan memberi manfaat optimal bagi masyarakat.

Sebagai contoh, Maidi menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur konektivitas.

Salah satunya rencana pengembangan Jalan Pandan yang akan menghubungkan Alun-Alun Kota Madiun, PSC, Masjid Agung Baitul Hakim, hingga kawasan Bogowonto.

“Kalau Jalan Pandan terkoneksi sampai alun-alun dan pusat kuliner, masyarakat bisa mengakses banyak titik ekonomi. Itu membuka perputaran ekonomi baru,” jelasnya.

Selain konektivitas jalan, pemkot juga mendorong pembangunan jalur pedestrian serta penataan parkir agar Kota Madiun semakin ramah bagi pejalan kaki.

Menurut Maidi, rasa aman dan nyaman menjadi kunci agar masyarakat maupun wisatawan betah beraktivitas dan berbelanja.

“Kalau orang merasa nyaman di Madiun, belanjanya pasti banyak. Dampaknya langsung ke ekonomi,” tegasnya.

Maidi menargetkan pertumbuhan ekonomi Kota Madiun terus meningkat hingga mampu menembus lima besar kabupaten/kota dengan kinerja ekonomi terbaik di Jawa Timur.

“Ekonomi harus naik. Target kita masuk lima besar Jawa Timur,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Maidi #Pariwisata Madiun #bantuan RT Rp10 juta #pembangunan kota madiun #Pahlawan Street Center #Alun-Alun Kota Madiun #madiun #jalur pedestrian Madiun #Jalan Pandan #wali kota madiun