Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Libur Nataru Dongkrak Tingkat Hunian Hotel Madiun, Okupansi Tembus 80 Persen

Erlita H • 2026-01-07 15:00:00
PENGINAPAN: Tingkat hunian hotel di Kota Madiun meningkat hingga 70–80 persen selama libur Natal 2025, meski dampak libur tahun baru dinilai tidak signifikan. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
PENGINAPAN: Tingkat hunian hotel di Kota Madiun meningkat hingga 70–80 persen selama libur Natal 2025, meski dampak libur tahun baru dinilai tidak signifikan. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 memberikan efek positif terhadap tingkat hunian hotel di Kota Madiun.

Okupansi hotel tercatat naik hingga 70–80 persen dibandingkan hari biasa yang hanya berada di kisaran 30–40 persen.

Ketua PHRI Kota Madiun, Aris Suharno, mengatakan lonjakan hunian paling terasa terjadi pada momentum libur Natal, tepatnya 25–27 Desember.

“Yang ramai betul hanya saat libur Natal. Kalau tahun baru dampaknya tidak lama karena cuma sehari,” ujarnya, Rabu (7/1).

Menurut Aris, baik hotel berbintang maupun nonbintang merasakan tren yang sama.

Namun, mayoritas tamu hanya menjadikan Kota Madiun sebagai kota transit sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata sekitar, seperti Telaga Ngebel di Ponorogo dan Telaga Sarangan di Magetan.

Sementara itu, destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan luar kota di Madiun masih terpusat di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) dan Pahlawan Religi Center (PRC).

Jika dibandingkan dengan periode Nataru 2024, tingkat hunian hotel tahun ini justru mengalami penurunan.

Tahun lalu, okupansi sempat menembus angka 90 persen.

“Efisiensi anggaran pemerintah dan minimnya event berskala nasional ikut memengaruhi,” jelas Aris.

Ke depan, PHRI Kota Madiun mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pelaku usaha perhotelan dan pemerintah daerah.

Tujuannya, menghadirkan event-event strategis yang mampu menarik wisatawan dan meningkatkan lama tinggal (length of stay) sepanjang 2026.

“Harus ada kegiatan yang bisa menjadi magnet kunjungan ke Kota Madiun,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#hotel kota madiun #PHRI Madiun #okupansi hotel madiun #PSC Madiun #PRC #Libur Nataru 2026 #madiun #wisata madiun