Jawa Pos Radar Madiun – Keberadaan early warning system (EWS) banjir di Kota Madiun dicek satu per satu, Selasa (13/1).
Salah satunya EWS yang terpasang di Jembatan Bok Malang, Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan sistem peringatan dini berfungsi optimal saat debit air sungai meningkat.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun Heter Hidayati menjelaskan, perawatan meliputi penggantian aki yang mulai melemah serta soket EWS yang berkarat.
“Pemeliharaan ini rutin dan berkelanjutan agar EWS dapat berfungsi maksimal memberi peringatan kepada warga ketika debit air sungai naik,” ujarnya.
Saat ini, Kota Madiun memiliki lima unit EWS.
Lokasinya berada di Jembatan Bok Malang, Kelurahan Pilangbango; Kelurahan Kelun; Kelurahan Tawangrejo; Kelurahan Rejomulyo; dan di belakang Kantor BPBD Kota Madiun (deteksi gempa).
Dua unit EWS deteksi banjir merupakan milik BPBD Jatim yang berada di Kelurahan Tawangrejo dan Rejomulyo.
Dua unit lainnya milik BPBD Kota Madiun terpasang di Jembatan Bok Malang dan Kelun.
Sementara satu unit EWS deteksi gempa berada di belakang kantor BPBD.
Heter menegaskan, BPBD bertanggung jawab penuh terhadap pemeliharaan seluruh EWS agar selalu siap digunakan.
Namun, sistem yang ada masih bersifat manual dan belum terintegrasi dengan teknologi informasi (IT).
Baca Juga: Siang Terik, Malam Dingin, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Tak Menentu di Madiun
“Kami sudah mengajukan surat ke diskominfo agar EWS bisa terintegrasi. Jadi, ketika terjadi banjir di wilayah tertentu, petugas bisa langsung memantau lewat layar atau menerima notifikasi,” jelasnya.
Keterbatasan anggaran masih menjadi kendala pengembangan.
Biaya pengadaan satu unit EWS mencapai sekitar Rp 50 juta, sehingga penambahan unit baru belum memungkinkan.
Idealnya, setiap kelurahan memiliki EWS sesuai karakteristik wilayah.
Dalam penilaian kota sehat, ketersediaan EWS ditargetkan minimal 40–50 persen dari total kelurahan di Kota Madiun.
“Bukan hanya wilayah sungai. Daerah rawan genangan di tengah kota juga perlu EWS agar warga mendapat peringatan dini saat air mulai masuk ke rumah,” pungkas Heter. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto