Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tekan Kecelakaan Perlintasan, KAI Daop 7 Madiun Gelar 115 Sosialisasi Selama 2025

Hengky Ristanto • Kamis, 15 Januari 2026 | 01:06 WIB
KESELAMATAN PRIORITAS: Sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang yang digelar KAI Daop 7 Madiun untuk menekan risiko kecelakaan di jalur kereta api.
KESELAMATAN PRIORITAS: Sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang yang digelar KAI Daop 7 Madiun untuk menekan risiko kecelakaan di jalur kereta api.

Jawa Pos Radar Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun serius menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.

Sepanjang 2025, KAI Daop 7 telah menggelar 115 kali sosialisasi keselamatan perlintasan kepada masyarakat di berbagai daerah wilayah operasionalnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut tersebar hampir merata.

Rinciannya, Kota Madiun (3 kali), Kabupaten Madiun (10), Ngawi (16), Kabupaten Kediri (27), Kota Kediri (25), Jombang (5), Blitar (9), Tulungagung (4), Magetan (3), serta Nganjuk (13 kali).

Jika dilihat dari waktu pelaksanaan, edukasi keselamatan dilakukan hampir sepanjang tahun.

Januari tercatat 12 kegiatan, Februari 11, Maret 11, April 10, Mei 12, Juli 12, Agustus 4, September 14, Oktober 16, dan November 13 kali sosialisasi.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari menegaskan, sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan membangun budaya keselamatan di perlintasan sebidang.

“Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga membutuhkan kesadaran seluruh pengguna jalan. Masyarakat harus disiplin mematuhi rambu, sinyal, dan selalu mendahulukan perjalanan kereta api,” ujarnya.

Menurut Tohari, KAI tidak bekerja sendiri. Sosialisasi melibatkan berbagai pihak, mulai Dinas Perhubungan, Kepolisian, komunitas pecinta kereta api, hingga mahasiswa Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun.

Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan membuat pesan keselamatan lebih mudah dipahami dan menjangkau masyarakat luas.

Saat ini, wilayah kerja Daop 7 Madiun memiliki 216 perlintasan sebidang yang membentang dari Blitar, Jombang, hingga Walikukun.

Dari jumlah tersebut, 212 merupakan perlintasan resmi dan empat lainnya tidak resmi.

Dari sisi penjagaan, terdapat 185 perlintasan dijaga dan 31 belum dijaga.

Rinciannya, 89 titik dijaga Dinas Perhubungan kabupaten/kota, 76 titik dijaga KAI, serta 20 titik dijaga secara swadaya oleh masyarakat.

“Kami terus mendorong peningkatan keselamatan, khususnya di perlintasan sebidang yang masih rawan. Keselamatan adalah prioritas utama,” pungkas Tohari. (her)

Editor : Hengky Ristanto
#perlintasan sebidang #kai daop 7 madiun #Keselamatan Kereta Api #sosialisasi KAI #madiun #Kecelakaan Perlintasan