Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pemkot Madiun Hidupkan Lagi Angkot Pelajar, Disubsidi Rp 131 Ribu per Hari

Hengky Ristanto • 2026-01-19 07:00:00
ANGKOT PELAJAR: Armada angkutan kota yang disiapkan Pemkot Madiun untuk melayani transportasi siswa sekolah setiap hari. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
ANGKOT PELAJAR: Armada angkutan kota yang disiapkan Pemkot Madiun untuk melayani transportasi siswa sekolah setiap hari. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Keberadaan angkutan kota (angkot) kembali diberdayakan Pemerintah Kota Madiun untuk mendukung layanan transportasi pelajar.

Melalui skema kerja sama dengan koperasi angkot, Dinas Perhubungan Kota Madiun mengoperasikan 20 armada angkot sekolah setiap hari.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Madiun Agus Mursidi menjelaskan, masing-masing armada melayani perjalanan berangkat dan pulang sekolah dengan sistem jemput di titik-titik yang telah ditentukan.

Rata-rata, layanan ini menjangkau sekitar 240 siswa per hari.

“Setiap hari sekitar 240 siswa bisa diangkut. Armadanya ada 20, melayani berangkat dan pulang,” ujarnya, kemarin (18/1).

Untuk mendukung operasional, pemkot memberikan subsidi Rp 131 ribu per armada per hari.

Dana tersebut digunakan menutup biaya operasional, mulai dari bahan bakar hingga jasa pengemudi.

“Subsidi itu untuk operasional, termasuk bensin dan jasa pengemudi,” jelas Agus.

Agus menegaskan, program angkot sekolah tidak hanya bertujuan menyediakan transportasi yang aman dan tertib bagi pelajar.

Lebih dari itu, kebijakan ini menjadi langkah pemberdayaan angkutan kota yang belakangan mengalami penurunan jumlah penumpang.

“Kami ingin angkot tetap berperan melayani masyarakat. Sekaligus membantu pelajar agar lebih aman dan tertib saat berangkat sekolah,” katanya.

Selain angkot pelajar, Dishub Kota Madiun juga menyiapkan alternatif layanan transportasi pendidikan berupa bus sekolah.

Skema tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan armada di lapangan.

Untuk mekanisme layanan, para siswa diarahkan berkumpul di shelter atau titik temu yang telah ditentukan.

Dari lokasi tersebut, angkot akan mengantar ke sekolah dan menjemput kembali saat jam pulang.

“Anak-anak dikumpulkan di shelter, lalu diantar ke sekolah. Pulangnya juga dijemput,” pungkas Agus. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#transportasi pelajar #angkutan kota pelajar #Subsidi angkot #angkot sekolah Madiun #madiun #Dishub Kota Madiun #layanan sekolah Madiun