Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

PII Dukung Pengembangan TPA Winongo Madiun, Disiapkan Jadi Wisata Edukasi

Erlita H • Selasa, 20 Januari 2026 | 06:00 WIB
DUDUK BERSAMA: Pertemuan Pemkot Madiun dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) membahas pengembangan TPA Winongo sebagai kawasan wisata edukatif, Senin (19/1). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
DUDUK BERSAMA: Pertemuan Pemkot Madiun dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) membahas pengembangan TPA Winongo sebagai kawasan wisata edukatif, Senin (19/1). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo menarik perhatian Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Organisasi profesi tersebut mengapresiasi sekaligus memberikan sejumlah masukan terkait rencana pengembangan TPA sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan Kota Madiun.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Pemkot Madiun Budi Wibowo mengatakan, konsep pengelolaan TPA Winongo sejalan dengan visi pemkot yang ingin menjadikannya kawasan wisata edukatif.

Karena itu, diperlukan kesiapan sarana dan prasarana yang sesuai dengan koridor hukum serta standar kepariwisataan.

“PII mendukung pembangunan berkelanjutan di TPA Winongo. Masukan yang disampaikan sangat penting sebagai bahan penguatan kajian,” ujar Budi, kemarin (19/1).

Saat ini, progres pembangunan TPA Winongo telah mencapai sekitar 60 persen.

Tahap selanjutnya difokuskan pada perapian kawasan, sekaligus penyusunan kajian pendukung dari aspek internal maupun eksternal agar lokasi tersebut layak dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi.

Selain berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan, pengembangan TPA Winongo diharapkan mampu menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitarnya.

“Harapannya, kawasan ini tidak hanya edukatif, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.

TPA Winongo sendiri telah beroperasi sekitar enam tahun dengan luas area mencapai tujuh hektare.

Dalam pertemuan tersebut, PII memberikan sejumlah rekomendasi teknis.

Mulai dari kajian kekuatan tanah, usia timbunan sampah, hingga pengelolaan sistem irigasi agar aliran air hujan dapat tertangani dengan baik.

Ketua PII Jawa Timur Gentur Prihantono menekankan, bangunan pendukung yang direncanakan sebaiknya bersifat semi permanen untuk menghindari beban berlebih pada struktur tanah.

“Pengembangan wisata di kawasan TPA harus memenuhi standar lingkungan dan konstruksi. Ke depan, diharapkan mampu mendorong ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah,” katanya. (err/den)

Editor : Hengky Ristanto
#PII Jawa Timur #wisata edukasi #pengelolaan sampah #umkm madiun #pembangunan berkelanjutan #madiun #TPA Winongo #Pemkot Madiun