Jawa Pos Radar Madiun – Kasus penyakit mulut pada hewan ternak kembali ditemukan di Kota Madiun.
Tujuh ekor domba yang berada di Mini Zoo Ngrowo Bening dilaporkan terinfeksi penyakit Orf.
Penyakit viral yang juga dikenal sebagai dakangan atau keropeng itu bersifat sangat menular pada domba dan kambing.
Subkoordinator Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Madiun, Margaretha Dian Wartiningdyah, menjelaskan bahwa domba yang terinfeksi merupakan hewan baru yang didatangkan ke Mini Zoo tanpa melalui proses karantina terlebih dahulu.
“Kemungkinan daya tahan tubuhnya masih lemah karena belum melalui proses karantina, sehingga mudah terserang penyakit,” ujarnya, kemarin (22/1).
Dari tujuh ekor domba yang terinfeksi, satu ekor dilaporkan mati.
Sementara satu domba lainnya terpaksa dipotong paksa akibat kondisi yang tidak memungkinkan untuk diselamatkan.
Adapun lima ekor domba sisanya saat ini masih menjalani perawatan intensif oleh petugas DKPP Kota Madiun.
Margaretha menyebut, kondisi terparah ditemukan pada bagian mulut domba.
Bahkan, luka sempat dihinggapi belatung sebelum dilakukan penanganan.
“Belatung sudah dibersihkan. Sekarang kami fokus pada perawatan luka dan pemulihan kondisi domba,” jelasnya.
Penanganan penyakit Orf dilakukan melalui pembersihan keropeng pada area terinfeksi, pemberian antibiotik secara rutin setiap tiga hari, serta penerapan karantina ketat guna mencegah penularan ke hewan lain.
Penyakit Orf umumnya ditandai dengan munculnya koreng di sekitar mulut dan hidung, menurunnya nafsu makan, serta luka yang menimbulkan rasa nyeri.
Margaretha menegaskan, penularan Orf sangat mudah terjadi, baik melalui kontak langsung antarhewan maupun lingkungan kandang yang terkontaminasi.
“Jika bersentuhan langsung atau melalui lingkungan kandang yang sama, penularan sangat mungkin terjadi. Karantina wajib dilakukan,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto