Jawa Pos Radar Madiun – Kenaikan harga minyak goreng (migor) menjelang Ramadan di sejumlah daerah tak sampai merembet ke Kota Madiun.
MinyaKita misalnya, masih dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.
Salah satu pedagang di Pasar Besar Madiun (PBM), Cesa, mengatakan pasokan MinyaKita datang setiap pekan dengan kuota 10–20 karton per toko.
“Setiap minggu selalu datang. Harganya Rp 15.700 per liter,” ujarnya, Kamis (5/2).
Dia menyebut penjualan migor tergolong tinggi.
Dalam sehari, Cesa mengaku mampu menjual 5–10 karton.
Pembeli didominasi pelaku usaha gorengan yang rata-rata membeli 4–5 liter sekali belanja.
Selama pasokan lancar, dia memastikan harga tetap terkendali.
Selain MinyaKita, harga minyak goreng merek lain di pasaran saat ini terbilang normal.
Seperti Fortune seharga Rp 21.000–22.000 per liter; Sanco Rp 21.000–22.000 per liter; dan Rizki antara Rp 17.000–18.000 per 800 mililiter.
“Kalau distribusi MinyaKita macet, harga bisa naik lagi. Per karton bisa tembus Rp 215 ribu sampai Rp 220 ribu,” tambah Cesa.
Terpisah, Kabid Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Madiun Siti Nurjanah menyebut, Bulog Cabang Madiun telah menyalurkan 4.802 liter MinyaKita ke tiga pasar tradisional.
Yakni Pasar Sleko, Pasar Besar Madiun (PBM), dan Pasar Srijaya.
“Setiap pedagang mendapat 15 karton, masing-masing berisi 12 liter,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan, Disdag memperketat pengawasan distribusi MinyaKita melalui aplikasi Simirah.
Selain itu, dilakukan pencatatan harga harian, serta pemasangan spanduk dan stiker HET di lapak pedagang.
“Supaya konsumen tahu harga resmi MinyaKita Rp 15.700 per liter,” kata Siti.
Dia mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying.
Menurutnya, stok migor dipastikan aman dan distribusi terus berjalan.
“Masyarakat cukup beli sesuai kebutuhan. Stok tersedia, tidak perlu menimbun,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto