Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Parapatan Luhur PSHT 2026 Resmi Dibuka di Madiun, Emil Dardak Hadir Wakili Khofifah

Hengky Ristanto • Sabtu, 7 Februari 2026 | 06:48 WIB
Para tamu yang hadir dalam pembukaan Parapatan Luhur 2026 di Graha Krida Budaya, Kota Madiun, Jumat (6/2). HENGKY RISTANTO/RADAR MADIUN
Para tamu yang hadir dalam pembukaan Parapatan Luhur 2026 di Graha Krida Budaya, Kota Madiun, Jumat (6/2). HENGKY RISTANTO/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – PSHT Pusat Madiun resmi membuka Parapatan Luhur (Parluh) tahun 2026 di Graha Krida Budaya,  Kota Madiun, Jumat (6/2).

Pembukaan agenda lima tahunan itu dihadiri jajaran Dewan Pusat PSHT, pengurus pusat, perwakilan perguruan pencak silat, serta sejumlah tokoh daerah.

Parluh merupakan forum strategis organisasi yang digelar setiap lima tahun sekali sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PSHT.

Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, R. Moerdjoko, menegaskan Parapatan Luhur adalah mekanisme organisasi yang wajib dilaksanakan sebagai forum tertinggi untuk menentukan arah kebijakan PSHT ke depan.

“Parapatan luhur ini adalah mekanisme organisasi yang sudah diatur dalam AD/ART dan harus dilaksanakan setiap lima tahun sekali,” ujarnya.

Moerdjoko juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh undangan apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelaksanaan kegiatan.

“Atas nama panitia penyelenggara, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam menerima kehadiran Bapak dan Ibu sekalian, baik tempat maupun suguhan, terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” katanya.

Lebih lanjut, Moerdjoko menekankan PSHT dibangun atas dasar persaudaraan yang tumbuh dari hati ke hati, bersifat tulus, serta tidak membeda-bedakan latar belakang suku, agama, ras, golongan, pangkat, maupun derajat.

“PSHT adalah persaudaraan yang tidak membedakan keduniawian. Kita semua sama sebagai sesama umat manusia, yang berbeda hanyalah tugas, tanggung jawab, serta iman dan takwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tegasnya.

Dia menambahkan, nilai utama yang terus dijaga PSHT adalah keluhuran budi, kerukunan, kebersamaan, serta jiwa patriotisme dan cinta tanah air sebagaimana diwariskan pendiri PSHT, Ki Hadjar Hardjo Oetomo.

“Jika ada warga SH Terate yang justru gemar memusuhi sesama anak bangsa, itu berarti belum memahami ajaran dan cita-cita SH Terate,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Moerdjoko kembali menegaskan sikap organisasi bahwa PSHT tidak berafiliasi dengan partai politik maupun organisasi massa lain.

“SH Terate adalah paguron yang dikelola secara organisasi, namun kami tidak terikat dan tidak berafiliasi dengan partai politik ataupun ormas manapun. Kami berdiri di atas hati nurani dan tetap teguh pada jiwa patriotisme,” jelasnya.

Dalam pembukaan Parapatan Luhur 2026, PSHT turut mengundang para ketua dan perwakilan perguruan pencak silat yang tergabung dalam Paguyuban Perguruan Pencak Silat Madiun.

Tercatat, sedikitnya 15 perguruan hadir, termasuk Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda, IKSPI Kera Sakti, Merpati Putih, Persinas Asad, Persati, Ki Ageng Pandan Alas, Cempaka Putih, hingga Persaudaraan Rasa Tunggal.

“Delapan dari perguruan pencak silat yang ada di Madiun merupakan pusat. Karena itu, mari bersama-sama kita jaga Madiun agar tetap aman dan kondusif sampai kapan pun,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pusat PSHT, Kangmas H. Issoebiantoro, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang hadir dan terlibat dalam penyelenggaraan Parapatan Luhur 2026.

“Kami merasa bangga dan mengucapkan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya atas dukungan moral yang menambah semangat kami dalam menjalankan dharma SH Terate kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Issoebiantoro menegaskan Parapatan Luhur menjadi momentum menentukan arah kebijakan organisasi PSHT untuk lima tahun mendatang.

Saat ini, PSHT telah berusia 103 tahun dan akan memasuki usia 104 tahun pada bulan Sura 2026.

“SH Terate senantiasa konsisten dan berkomitmen dalam pengabdian, mendidik manusia berbudi luhur, memahami benar dan salah, serta beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Dia menilai ajaran PSHT bersifat universal dan sejalan dengan tema Parapatan Luhur 2026, yakni Meneguhkan Jati Diri SH Terate untuk Memperkokoh Solidaritas Organisasi dan Memperkuat Jiwa Nasionalisme.

“Dengan persatuan, kejujuran, loyalitas, disiplin, serta semangat guyub rukun, tujuan organisasi akan tercapai. Filosofi kita adalah urip iku urup, hidup harus bermanfaat bagi sesama,” katanya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turut menghadiri pembukaan Parapatan Luhur PSHT Tahun 2026.

Emil hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang berhalangan hadir karena harus mempersiapkan peringatan Harlah Satu Abad Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akan digelar di Malang.

“Gubernur Jawa Timur menyampaikan salam hormat dan menugaskan kami untuk hadir mewakili beliau. Ibu Gubernur sangat mendukung dan mendoakan agar PSHT terus diberikan keberkahan serta kesuksesan,” ujar Emil.

Emil menegaskan Pemprov Jatim akan terus mendukung PSHT, baik sebagai organisasi persaudaraan maupun sebagai perguruan pencak silat yang konsisten mencetak generasi berkarakter dan berbudi luhur.

Ia mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran PSHT, khususnya falsafah pengenalan diri yang tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan fisik, tetapi juga penguatan batin dan spiritual.

“PSHT menanamkan nilai bahwa musuh terberat bukan hanya di luar diri kita, tetapi justru ada di dalam diri sendiri. Falsafah ini luar biasa dan jika ditanamkan dengan baik akan melahirkan generasi penerus bangsa yang mampu menjaga martabat bangsa dan negara,” ungkapnya.

Selain membangun karakter, Emil juga menyoroti peran PSHT dalam pengembangan pencak silat sebagai cabang olahraga prestasi yang perlu terus digaungkan ke tingkat nasional hingga internasional.

“Pencak silat adalah seni bela diri asli Indonesia yang harus kita kembangkan, kita besarkan, dan kita agungkan di mata dunia,” katanya.

Menurut Emil, PSHT telah menjadi pilar penting dalam sejarah dan perkembangan pencak silat Indonesia, dengan nilai-nilai persaudaraan, budi luhur, kedisiplinan, serta pengabdian yang tetap relevan di tengah tantangan global saat ini.

Ia menilai, di tengah dunia yang penuh dinamika, pergeseran nilai, serta derasnya arus informasi melalui media sosial, menjaga persatuan bangsa menjadi tugas bersama yang harus terus diperjuangkan dan dirawat.

“Persatuan bangsa tidak hadir secara otomatis, tetapi harus kita pupuk dan perjuangkan bersama,” tegasnya.

Emil juga menyampaikan kebanggaan Pemprov Jatim karena Madiun menjadi salah satu pusat berkembangnya pencak silat nasional.

“Kami bangga karena Madiun menjadi pusat penting pencak silat nasional. PSHT harus tetap kuat ke dalam, solid secara organisasi, sekaligus mampu merangkul ke luar untuk memperkuat persatuan bangsa,” ujarnya.

Emil berharap Parapatan Luhur PSHT Tahun 2026 dapat berjalan lancar dan sukses dalam meneruskan roda organisasi.

“Semoga Parapatan Luhur 2026 berjalan dengan baik dan PSHT senantiasa istiqomah menjaga nilai-nilai luhur persaudaraan serta terus berkontribusi bagi persatuan bangsa,” pungkasnya. (her)

Editor : Hengky Ristanto
#psht pusat madiun #emil dardak #parluh psht #Paguyuban Pencak Silat Madiun #madiun #parapatan luhur 2026