Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sampah Sumbat Kali Piring, Hujan Deras Picu Genangan di Pilangbango Kota Madiun

Erlita H • Sabtu, 7 Februari 2026 | 09:00 WIB
Petugas BPBD bersama DPUPR mengangkat tumpukan sampah plastik dan bambu yang menyumbat aliran Kali Piring di bawah jembatan Bok Malang, Kota Madiun, Jumat (6/2). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Petugas BPBD bersama DPUPR mengangkat tumpukan sampah plastik dan bambu yang menyumbat aliran Kali Piring di bawah jembatan Bok Malang, Kota Madiun, Jumat (6/2). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Hujan deras yang mengguyur Kota Madiun, Kamis (5/2) sore, memicu genangan di wilayah Kelurahan Pilangbango.

Air setinggi sekitar 10 sentimeter sempat menggenangi sejumlah ruas jalan permukiman.

Penyebabnya bukan semata debit sungai yang naik.

Tumpukan sampah plastik dan bambu menjadi biang kerok.

Sampah menyumbat aliran Kali Piring di bawah jembatan Bok Malang hingga air meluap.

Plt Kalaksa BPBD Kota Madiun Yusuf Asmadi mengatakan, pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 19.00.

Saat itu, Early Warning System (EWS) di lokasi langsung berbunyi dan indikator berubah dari kuning menjadi merah.

“Debit air naik karena hujan di daerah atas. Tapi yang membuat aliran tidak lancar adalah tumpukan sampah plastik dan bambu di bawah jembatan,” ujarnya, kemarin (6/2).

BPBD seketika berkoordinasi dengan DPUPR.

Sebab, tumpukan sampah di bawah jembatan tidak bisa ditangani secara manual dan membutuhkan alat berat.

“Kami langsung koordinasi dengan DPUPR karena penumpukan sampah tidak bisa kami tangani manual. Harus dengan alat,” terangnya.

BPBD menerjunkan dua regu, terdiri dari petugas piket dan Tim Reaksi Cepat (TRC).

Sementara DPUPR menurunkan satu unit alat berat.

Dalam waktu singkat, sampah berhasil diangkat dan aliran sungai kembali lancar.

Genangan pun berangsur surut.

Yusuf memastikan air tidak sampai masuk rumah warga.

Genangan hanya terjadi di jalan-jalan lingkungan.

Namun, dia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, terutama sampah plastik dan bambu yang mudah menyumbat aliran air.

“Kami tidak kurang-kurangnya mengimbau masyarakat jangan membuang sampah di sungai. Terutama bambu. Itu yang sering menyumbat,” kata Yusuf yang juga menjabat sebagai Camat Taman tersebut.

Selain genangan, kejadian pohon tumbang juga terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan Puskesmas Demangan.

Pohon setinggi sekitar 4 meter tumbang menimpa mobil dan melintang di jalan sehingga memacetkan arus lalu lintas.

“Proses evakuasi pohon tumbang melibatkan disperkim,” tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pohon tumbang #DPUPR Kota Madiun #genangan Pilangbango #kali piring madiun #early warning system #Puskesmas Demangan #madiun #jembatan Bok Malang #BPBD Kota Madiun