Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

BMKG Warning Cuaca Ekstrem di Madiun Raya 1–10 Februari, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Erlita H • Minggu, 8 Februari 2026 | 13:30 WIB
MENDUNG: Awan cumulonimbus menyelimuti wilayah Madiun, pertanda potensi hujan lebat dan angin kencang di puncak musim hujan. ILUSTRASI FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
MENDUNG: Awan cumulonimbus menyelimuti wilayah Madiun, pertanda potensi hujan lebat dan angin kencang di puncak musim hujan. ILUSTRASI FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Puncak musim hujan telah tiba. BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur, termasuk Madiun Raya, pada periode 1–10 Februari.

Kondisi itu berpeluang memicu bencana hidrometeorologi.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika Ahli Madya BMKG Nganjuk Setiyaris menjelaskan, dalam 10 hari ke depan intensitas cuaca ekstrem diprediksi meningkat.

“Potensi cuaca ekstrem dipicu aktifnya monsun Asia. Selain itu, dalam beberapa hari ke depan diperkirakan melintas gangguan atmosfer berupa gelombang ekuatorial Rossby, gelombang Kelvin, dan low frequency yang dapat meningkatkan curah hujan,” ujarnya, Minggu (8/2).

Faktor lain yang turut memperkuat pembentukan hujan lebat adalah suhu muka laut di perairan Jatim yang menghangat serta kondisi atmosfer lokal yang labil.

Selain itu, wilayah Jatim juga menjadi area pertemuan massa udara lembap dari Asia dan udara kering dari Australia.

“Yang perlu diwaspadai adalah hujan lebat hingga sangat lebat disertai potensi angin kencang,” tegasnya.

Setiyaris memperkirakan musim hujan di Jatim baru akan berakhir sekitar Mei.

Intensitas hujan diprediksi mulai menurun pada Maret–April.

“Tahun ini, musim hujan juga dinilai lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya akibat berbagai fenomena atmosfer, termasuk siklon dan gangguan cuaca skala regional,” terangnya.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dinamis.

Terutama warga di wilayah rawan bencana dan mereka yang beraktivitas di luar ruangan.

“Selalu pantau informasi resmi BMKG karena potensi bencana hidrometeorologi masih cukup besar,” tutur Setiyaris. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#bmkg nganjuk #puncak musim hujan #cuaca ekstrem madiun #hujan lebat #angin kencang #Bencana hidrometeorologi #madiun #Monsun Asia